Pemkab Siapkan Dua Skenario untuk TPA Jomboran
Langkah jangka pendek adalah dengan mengurangi bau sampah, dengan menyemprotkan cairan anti bau
Penulis: pdg | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemkab Klaten meminta warga dari dua desa, yakni Jomboran dan Gumulan bersabar terkait tuntutan penutupan TPA Jomboran. Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumberdaya Mineral (DPU ESDM) Klaten bersama dinas terkait sedang menyiapkan skenario jangka pendek dan panjang.
Langkah jangka pendek adalah dengan mengurangi bau sampah, dengan menyemprotkan cairan anti bau. Selain itu, Pemerintah desa yang terdampak sampah yakni Gumulan dan Jomboran akan diberi dana kompensasi sebesar Rp100 juta.
Selain itu, pemkab juga akan memindahkan secara bertahap sampah ke Joho- Prambanan. Sehingga wilayah itu juga akan menerima kompensasi.
Hal tersebut diungkapkan Kabid Kebersihan dan Pertamanan DPU ESDM Klaten Juwito, kepada pewarta Tribun Jogja, Jumat (30/1/2015).
"Nanti terserah desa yang menggunakannya, namun kami harapkan untuk pembangunan fasilitas desa. Untuk hal tersebut kami akan berembug dengan desa," terangnya.
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten Bambang Sigit berujar serupa. Ia meminta warga bersabar. Hal itu karena, langkah jangka panjang berupa pemindahan TPA Jomboran telah dirancang.
"Tidak hanya sekedar pindah, namun kami juga memikirkan agar TPA baru nantinya akan menganut sistem Reduce, Reuse dan Recycle (3R). Dengan demikian, sampah yang datang langsung diolah dan tidak bau," jelasnya. (*)