Film American Sniper Dinilai Hilangkan Sejarah dan Ciptakan Mitos

Media Rusia menyebut saat ini Amerika melalui Hollywood dinilai sedang menghilangkan sejarah dan menciptakan mitos.

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Muhammad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM - Film American Sniper yang masuk nominasi Oscar, tak lepas dari kritikan berbagai kalangan, termasuk lawan politik Amerika. Media Rusia menyebut saat ini Amerika melalui Hollywood dinilai sedang menghilangkan sejarah dan menciptakan mitos.

"Hollywood uses ‘American Sniper’ to destroy history & create myth" begitulah judul berita yang dilansir oleh John Wight penulis politik luar negeri, Russian Today Senin (26/1/2015).

American Sniper cenderung mengeksploitasi pembunuhan ras dan malah mengesampingkan ‘Selma’ yang menggambarkan perjuangan Martin Luther King melawan rasisme telah diabaikan.

Amerika Sniper disutradarai oleh Clint Eastwood, dan bercerita tentang Chris Kyle, seorang tentara AS Navy Seal yang bertugas di Irak sebagai sniper. Selama bertugas dia sudah menembak mati 160 orang.

Banyaknya jumlah korban yang ditembak itu mendapatkan kehormatan dan dipuji sebagai sniper palaing mematikan dalam sejarah militer AS. Kyle diperankan oleh Bradley Cooper, yang dalam film jadi pahlawan Amerika.

Digambarkan sebagai sosok koboi Texas yang bergabung militer dengan dari rasa patriotisme dan butuh tujuan hidup. Dia berhasil lolos seleksi dan bertekad jadi benteng tangguh, bersedia menanggung penderitaan demi kehormatan Negaranya, sebagai Navy Seal Amerika yang disetarakan dengan Pendekar Samurai di Jepang. (tribunjogja.com)


Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved