Turis Kurang Minati Oleh-oleh Aksesori
Sejumlah pedagang aksesori di kawasan Sosrowijayan mengaku saat ini turis-turis kurang berminat terhadap aksesori
Laporan Reporter Tribun Jogja, Cahyo Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah pedagang aksesori di kawasan Sosrowijayan mengaku saat ini turis-turis kurang berminat terhadap aksesori.
Pembeli aksesori sekarang rata-rata satu hari hanya dua sampai tiga turis. Berkurangnya minat turis ini, kemungkinan besar para turis sudah berbelanja banyak aksesoris di Pulau Bali.
Beraneka ragam bentuk dari aksesoris dari mulai gelang, kalung hingga gantungan kunci ini dijual oleh para pedagang. Banyak juga pedagang di kawasan kaki lima Malioboro mengalami hal yang sama.
Berkurangnya minat turis membeli aksesori, membuat pedagang berinovasi untuk membuat barang dagangan yang mampu menarik minat wisatawan lokal.
"Saat ini wisatawan asing sudah jarang yang membeli aksesori. Kemungkinan besar karena mereka sebelumnya dari Bali sehingga mereka membeli disana. Jika ada yang membeli aksesoris disini, turis tersebut rata-rata membeli gelang atau gantungan kunci yang berbentuk unik," ujar Agus salah satu pedagang aksesori, Rabu (21/1/2015). (Tribunjogja.com)