Wahyu Berpesan Slemania dan BCS Bisa Damai
Selama ini, Wahyu dikenal sebagai sesepuh suporter sepakbola Sleman
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Kabar duka tengah menyelimuti pecinta sepakbola DIY khususnya wilayah Sleman. Sabtu (17/1) kemarin, Trimurti Wahyu Wibowo yang akrab disapa Babe atau Weye menghembuskan nafas terakhirnya di RS Sardjito tempat ia dirawat selama beberapa hari terakhir karena gangguan saluran pencernaan.
Selama ini, Wahyu dikenal sebagai sesepuh suporter sepakbola Sleman. Bahkan dia disebut-sebut menjadi salah satu pendiri kelompok suporter fanatik PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS). Sebelumnya, suporter PSS lainnya, Slemania juga pernah dikoordinir olehnya.
Tentu saja, kabar berpulangnya wahyu ini menjadi duka mendalam bagi suporter PSS atau bahkan beberapa kelompok suporter Indonesia. Nyatanya, dari karangan bunga yang datang ada ucapan bela sungkawa dari kelompok suporter Persib Bandung, Viking.
Mantan rekan Wahyu di Slemania, Supriyoko mengatakan jika kepergian Wahyu ini benar-benar menjadi duka mendalam bagi seluruh suporter Sleman. Apalagi, selama ini Wahyu dikenal sebagai sosok yang loyal demi mendukung eksistensi kelompok suporter yang diampunya.
"Dulu saat kita masih di Slemania, saya sering melihat Mas Wahyu merogoh kocek pribadinya demi kebutuhan suporter, loyalitasnya untuk suporter tidak bisa diragukan lagi," kata Yoko.
Pengalaman yang tak pernah dilupakan Yoko sampai sekarang adalah ketika ia dan Wahyu melakukan away ke Semarang mendukung PSS bertanding vs PSIS Semarang sekitar tahun 2003. Kala itu, ia dan Wahyu sama-sama berjibaku mengkoordinir suporter PSS agar tidak terlibat baku hantam dengn suporter PSIS.
"Kita berdua kena lemparan batu tapi untungnya pakai helm, tapi kita tetap berusaha mengkoordinir teman-teman suporter supaya tidak terpancing," kata Yoko.
Sementara Ketua Slemania, Lilik Yulianto menegaskan jika meski tak lagi menjadi anggota Slemania namun anggota tetap menganggap Wahyu sebagai penasehat Slemania. Karena Wahyu, selama ini dianggap sosok yang ikut mengembangkan suporter Sleman dan Slemania sendiri.
Kemarin, Lilik yang sedang berada di Purwokerto langsung menuju Yogyakarta begitu dikabari jika Wahyu sedang kritis. Ia pun sempat berbicara singkat dengan Wahyu mengenai suporter PSS meski hanya secara singkat. Tak dinyana, pembicaraan itu adalah kali terakhir bagi Wahyu.
"Mas Wahyu sempat berpesan kepada saya untuk menitipkan suporter PSS, ia juga berharap tidak ada lagi perselisihan dan menjaga perdamaian antara Slemania dan BCS agar PSS bisa menjadi tim yang besar," kenang Lilik.
Melalui dokter yang selama ini ikut memantau perkembangan almarhum, terjadi penyempitan di saluran antara usus dan lambung (Spinkter Pylorus) di perut Wahyu. Akibatnya, asupan gizi ke dalam tubuh almarhum tersendat karena makanan sulit masuk dalam tubuh.(*)