Aksesori untuk Pria Tak Itu Penting

Bagi mereka, pria-pria yang berkecimpung di dunia entertain dan bisnis, mengenakan aksesori adalah kebutuhan utama

Aksesori untuk Pria Tak Itu Penting
dok pri
Bagasz

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penampilan bagi masyarakat urban bisa dikatakan sudah menjadi kebutuhan primer. Tak terkecuali kaum Adam. Untuk menunjang penampilan, pria masa kini tak lepas dari berbagai macam aksesori yang menempel di tubuhnya.

Sebut saja, jam tangan, kacamata, scraft, dasi, gelang, kalung, cincin bahkan anting.

Mengenakan aksesori yang sesuai dan serasi dengan busana akan menimbulkan kesan maskulin bagi pria. Sebaliknya akan timbul kesan feminim layaknya wanita bila salah memilih aksesori.

Bagi mereka, pria-pria yang berkecimpung di dunia entertain dan bisnis, mengenakan aksesori adalah kebutuhan utama. Mereka percaya, dengan berpenampilan maksimal dan enak dipandang, akan membawa hal positif yang didapat dari lawan bicara.

Seperti pria yang satu ini misalnya, Bagasz Wicaksono, Music Director sebuah radio ternama di Yogyakarta. Ia salah satu pria yang ketika tampil sebagai MC maupun Presenter TV selalu mengenakan topi sebagai salah satu aksesorinya.

Bagi Bagasz panggilan akrabnya, aksesori seperti topi, kacamata dan jam tangan memiliki pengaruh besar dalam penampilannya. Bahkan, ia mengaku kerap tak percaya diri ketika tampil tanpa mengenakan topi.

"Aku suka banget pakai topi dan kacamata. Dulu biasanya pake topi kalo pas lg ng-MC, karena rambutku yang suka ngalamin bad hair day. Tapi belakangan hampir tiap hari kalau hangout selalu pake aksesori topi. Kalau kacamata, memang karena mataku minus. Biar ngga bosen, aku selalu gonta-ganti topi dan beli frame yang unik lalu aku ganti lensanya dengan yang minus," ujar Bagasz saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/1/2015).

Ketika mengenakan aksesori, Bagasz tak sembarangan memakainya. Aksesori seperti topi-topi unik, seperti topi dengan daun telinga, topi bergerigi tajam atau dasi yang terbuat dari mainan lego ia kenakan saat menjadi MC. Itupun ia pilih dan sesuaikan dengan tema acara.

"Pakai aksesori kudu menyesuaikan tema. Misalnya, belakangan ini aku sering dipercaya ng-MC acara anak-anak, jadi aksesori yang aku pakai yang fun dan cerah ceria. Untuk keseharian, aku cukup pakai topi biasa warna coklat atau hitam dan kacamata baca saja," kata Bagasz.

Limited Edition

Koleksi aksesori Bagasz lumayan banyak. Sampai saat ini, ia mengoleksi sekitar 30 topi dan 15 kacamata unik dan termasuk limited edition. Soal memilih aksesori, Bagasz mengaku tak pernah mematok merk atau harga. Selagi menemukan yang unik dan merasa pas dikenakan, ia akan membelinya.

"Biasanya kalau pas lagi jalan-jalan nemu yang unik dan bagus, ya aku beli. Suka juga beli di online shop, terkadang juga suka nitip saudara yang lagi di luar negeri. Harganya beragam, untuk topi dan kacamata aku punya yang harganya Rp 30 ribu sampai ratusan ribu," ungkap Bagasz.

Dari sekian banyak aksesori koleksi Bagasz, ia mendapatkan kacamata unik seperti yang dimiliki Mario, vokalis grup band Kahitna. Kacamata itu ia dapatkan dari saudaranya saat berkunjung ke Hongking. Selain itu, ia juga memiliki sebuah peci merah unik khas timur tengah. Peci itu ia beli saat menjalankan ibadah umroh tahun lalu.

Bergaya itu tak harus mahal adalah prinsip yang dipegang Bagasz. Tak jarang ia berburu aksesori di awul-awul. Beberapakali Bagasz beruntung lantaran mendapatkan aksesori bagus dengan harga murah. Bagi Bagasz, pria dengan aksesori apapun tak masalah. Hanya saja, ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan penampilan.

"Pria dengan aksesori fine-fine aja, asal tidak too much," imbuh Bagasz. (tribunjogja.com)

Tags
aksesori
Penulis: yud
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved