Together We Can Dab!

Terinspirasi dari wilayah tempat tinggalnya yang saat ini telah mendunia, Sigiyono membuat sebuah lukisan dinding berjudul "Together We Can Dab"

Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terinspirasi dari wilayah tempat tinggalnya yang saat ini telah mendunia, Sigiyono membuat sebuah lukisan dinding berjudul "Together We Can Dab". dalam lukisan tersebut digambarkan bumi yang didalamnya terdapat beberap garis yang menghubungkan wilayah Yogyakarta dengan beberapa tempat yang ada di penjuru dunia.

Di bawah gambaran tersebut terdapat lukisan suasana perkotaan yang digambarkan dengan pemukiman yang padat, dan terdapat percakapan menggunakan bahasa jawa yang mucul dari pemukiman tersebut.

Sigiyono atau yang akrab disapa Ogiel tesebut adalah salah satu warga Kampung Taman, RT 36, RW 09, Kelurahan Patehan,Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan Kampung Cyber yang mengikuti lomba mural dalam acara Kampoeng Cyber Street Art Festival yang berlangsung Minggu (4/1)

"Karya ini berawal dari kenyataan bahwa Kampung cyber yang awalnya didirikan karena iseng, dan keinginan warganya menggunakan internet untuk mempermudah mengakses informasi menjadi sebuah Kampung yang mendunia.Hal tersebut dapat dibuktikan dari kunjungan pendiri facebook ke Kampung kami," ungkap Ogiel.

Melalui lukisan tersebut, dirinya ingin menyampaikan bahwa Kampung yang biasa-biasa saja bisa menjadi terkenal, menjadi bahan pembicaraan masyarakat luas, dan menjadi bagian masyarakat dunia berkat penggunaan internet.

Ketua panitia Kampoeng Cyber Street Art Festival, Antunius Sasongko mengatakan acara lomba mural tersebut bertujuan untuk menguatkan identitas Kampung Cyber.Untuk lomba mural tersebut panitia menetapkan tema Kampung cyber dan Budaya Jawa. Lebih lanjut lelaki yang akran disapa Koko tersebut mengatakan pihaknya inginmenguatkan identitas Kampung cyber secara visual.

Dipilihnya mural, karena Tamansari sejak dulu dikenal dengan Kampung seni sehingga mural bukanlah barang baru bagi mereka. "Dengan mural, kami juga bisa menyampaikan pesan Kampung cyber kepada wisatwaan yang tiap harinya melalui Kampung kami. Dan mural ini bisa digunakan sebagi obyek foto wisatwan, sehingga semakin mempertegas funsinya sebagai visual identitas Kampung cyber," ungkap Koko.

Identitas

Dipilihnya tema Kampung cyber dan Budaya Jawa, adalah untuk menegaskan budaya jawa adalah identitas mereka meskipun warga Kampung cyber telah menjadi bagian warga dunia dengan memanfaatkan internet.

Lomba mural tersebut diikuti 30 kelompok, baik dari warga Kampung cyber sendiri maupun masyarakt umum. Juri yang didatangkan untuk menentukan pemanang lomba tersebut adalah seniman kondang Yogyakarta, Ong Hariwahyu, dan praktisi mural Samuel Indratama. Pemenang pertama berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp1 juta, juara kedua Rp700 ribu, dan juara tiga Rp500 ribu.

Para peserta diberi kesempatan untuk menyelesaikan karya mereka hingga hari Rabu (7/1), dan pemenangnya akan diumumkan pada Minggu (11/1) memalui laman facebook Kampung Cyber.

Dengan adanya lomba mural ini Koko berharap Kampungnya menjadi lebih berwarna dan mampu menyebarkan pesan positif Kampungnya kepada semua orang yang mengunjunginya.

Sementara itu, Ketu RT Kampung Cyber, Heri Sutanato mengatakan, banyak manfaat yang didaptkan warganya dari terbentuknya Kampung cyber. yang paling dirasakan adalah mudahnya menjalin komunikasi antar warga. saat ini seluruh KK di Kampung Cyber yang berjumlah 44 KK telah memiliki jaringan internet.

Selain sebagai sarana berkonmunkasi, masyarakat juga bisa menggunakan internet untuk sarana berpromosi mengenai usaha yang mereka miliki. "Sebagain warga kami mempromosikan lukisan, kaoas lukis, kerajinan batik, hingga jual beli burung melalui internet," ungkap Ketua RT.

Jika masyarakat merasa kuarng maksimal mempromosikan usaha mereka, pengurus RT juga telah menyediakan web, sebagai sarana bepromosi dan menayampikan seluruh informasi mengenai Kampung cyber. Beberapa komunitas juga ikut turut muncul seiring penggunaan internet, seperti komunitas sejarah, mancing, pecinta burung, hingga penggemar sepak bola. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Cyber
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved