Kesal Banyak Truk Tambang Ilegal, Warga Turi Blokir Jalan
Pemblokiran tersebut menyusul aksi serupa yang dilakukan oleh warg Dusun Candi, Purwobinangun, Pakem pada pekan lalu
Penulis: ang | Editor: Mona Kriesdinar
Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Aksi blokir terhadap jalan yang dijadikan sebagai akses truk angkutan pasir kembali dilakukan warga di lereng Merapi, Senin (29/12/2014). Hal ini dilakukan warga lantaran kegiatan penambangan pasir secara ilegal masih berlangsung.
Kegiatan pemblokiran akses jalan tersebut dilakukan oleh warga Dusun Pancoh Wetan, Girikerto, Turi. Pemblokiran tersebut menyusul aksi serupa yang dilakukan oleh warg Dusun Candi, Purwobinangun, Pakem pada pekan lalu. Aksi tersebut tidak hanya dilakukan pada jalan utama, namun juga pada jalan perkampungan yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Purwadi (31), warga Pancoh Wetan, mengatakan aksi tersebut dilakukan lantaran banyaknya truk muatan galian C yang melintas di wilayah tersebut. Kondisi ini mengakibatkan rusaknya ruas jalan di dusun tersebut.
“Karena jalur di Dusun Candi ditutup, banyak truk yang beralih lewat sini. Belum ada satu bulan, sudah banyak jalan yang rusak,” kata dia.
Menurutnya, aksi ini merupakan hasil kesepakatan dari warga setempat yang jengkel dengan dampak yang ditimbulkan dari truk yang mengakut lebih dari batas tonase itu. Rencananya, aksi pemblokiran jalan bagi truk pasir tetap berlangsung hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menutup penambangan di lereng Gunung Merapi.
“Dulu kesepakatannya tambang ditutup, tapi hingga saat ini masih jalan terus. Padahal warga sudah menghendaki ditutup,” katanya. (TRIBUNJOGJA.com)