Reonald Raup Ratusan Juta dari Jualan Awul-awul

Sejak 2007, lelaki yang akrab disapa Reonald tersebut terjun ke bisnis awul-awul yang pada awalnya fokus ke jaket kulit bermerek

Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meskipun saat ini awul-awul telah menjadi tren bagi sebagian masyarakat Yogykarta, tetapi masih banyak pula sebagian masyarakat lain yang masih memandang dengan sebelah mata.

Masih banyak yang beranggapan bahwa pakian bekas adalah barang murahan. Anggapan tersebut mungkin bisa terbantahkan jika kita menengok bisnis awul-awul (pakiaan bekas) yang di jalankan oleh Reonald Rozaq Azizca.

Sejak 2007, lelaki yang akrab disapa Reonald tersebut terjun ke bisnis awul-awul yang pada awalnya fokus ke jaket kulit bermerek, pakaian dan pelengkapan militer. Dari usaha yang digelutinya tersebut, saat ini tiap bulannya Reonald mampu meraih omzet antara Rp 30 juta hingga Rp 100 juta.

"Kebanyakan barang-barang yang saya jual di beli oleh kalangan komunitas, seperti bikers dan dan airsoftgun," ungkap Reonald saat ditemui di acara Street Culture Festival yang berlangsung di Jogja National Museum, Minggu (27/12).

Untuk jaket kulit, Reonald menjual barang-barang yang bermerk, seperti Harley Davidson. Bahkan dirinya pernah menjual sebuah jaket Harley Davidson bersertifikat dengan harga Rp 4,7 juta.

Untuk pakaian dan keperluan militer, dirinya sering memperoleh jaket kulit eks pilot bomber US Army. Selain jaket kulit para bomber, Reonald juga menjual mulai dari topi militer, baju, celana, hingga sepatu.

"Saya juga sering memperoleh perlengkapan dari para tentara NATO. Semua barang tersebut saya jamin keasliannya," ujarnya.

Karena barang-barang yang dijual oleh Reonald adalah barang bermerek dan jumlahnya terbatas, maka barang-barang tersebut dijual mulai dari harga Rp 500 ribu. Dan rata-rata barangnya di kisaran harga Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Kondisi barang dan nilai sejarah dari barang tersebut juga mempengaruhi harga jual.

Dalam mendapatkan barang-barang tersebut, Reonald telah memiliki rekanan yang menyuplai barang. Jika permintaan tinggi tetapi stok barang terbatas, dirinya juga mencari barang melalui e-bay.

Seiring dengan perkembangan pasar, saat ini Reonald tidak hanya fokus terhadap dua item tersebut. Saat ini dirinya juga menjual beragam pakaian bekas dan marchendise musik.

Seperti yang terlihat di acara Street Culture Festival, Reonald memajang kemeja, celana, kaos, jaket, hodie, dan beberapa jenis pakaian lainya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Awul-awul
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved