Kaleng Krupuk Klub Ramaikan Java Scooter Rendezvous IX

Di Pulau Jawa, setiap tahunnya para penggemar Vespa menggelar perayaan berupa jambore bertajuk Java Scooter Rendezvous IX

Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - MENGENDARAI Vespa memang memiliki rasa dan sensasinya tersendiri. Gaya motor legendaris keluaran Italia ini memang tidak pernah habis dimakan zaman. Tak heran jika motor yang satu ini disukai oleh berbagai generasi di banyak negara, dari anak muda hingga orang tua.

Di Pulau Jawa, setiap tahunnya para penggemar Vespa menggelar perayaan berupa jambore bertajuk Java Scooter Rendezvous IX.

Pada event tahunan ini setidaknya tujuh ribu scooter berdatangan dari berbagai daerah, tidak hanya dari Pulau Jawa dan Madura, ada juga yang sengaja datang dari Pulau Bali, Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan.

Java Scooter Rendezvous IX kali ini digelar di Pacitan, Jawa Timur pada 5 hingga 7 Desember. Meski harga BBM naik, ditambah datangnya musim hujan dan maraknya Operasi Zebra tidak menghalangi nyali para petarung mesin kanan ini untuk mengarungi aspal, semua demi ajang silaturahmi scooterist Jawa di JSR IX Pacitan.

Dari Yogyakarta para penggemar Vespa pun tidak ketinggalan untuk meramaikan event penting ini. Satu di antara komunitas yang mendatangi jambore tersebut adalah Kaleng Krupuk Klub (KKK). Meski terbilang baru, komunitas yang terdiri dari anak-anak muda pekerja kreatif ini sangat antusias menghadiri Java Scooter Rendezvous IX.

Kaleng Krupuk Klub (KKK) berdiri sejak pertengahan tahun ini, awalnya hanya beberapa orang yang sehari-harinya menggunakan vespa, hingga menularkan kawan-kawan yang lain untuk mengendarai vespa.

Sebanyak 15 vespa dari komunitas KKK berangkat dari Yogyakarta menuju Pacitan. Perjalanan sejauh kira-kira 170 km tersebut ditempuh dalam waktu lima jam. Hal tersebut dikarenakan para scooterist melakukan perjalanan dengan kecepatan ringan, karena ingin menikmati pemandangan alam yang indah, terutama di sepanjang kawasan perbukitan.

Komunitas KKK berasal dari berbagai latar belakang profesi, desainer, fotografer, pengusaha kuliner, musisi, hingga anggota kepolisian. Nama Kaleng Krupuk Klub sendiri berasal dari bercandaan seorang kawan mereka asal Jakarta yang selalu membandingkan bodi Vespa dengan kaleng krupuk di warung makan. Komunitas ini biasa berkumpul di kawasan Jalan Wijilan, Kraton Yogyakarta.

"Meski sudah menjadi besi tua, namun Vespa selalu kuat diajak berjalan jauh. Tenaga dan performanya tidak bisa diremehkan," ujar juru bicara KKK, Adib Mahfudz.

Kenalan

Menurut pria yang berprofesi sebagai desainer lepas dan pemain trombone ini, uniknya bergaul di komunitas vespa adalah bisa bertemu dan mengenal banyak orang dari berbagai kalangan. "Meski belum saling mengenal, semuanya bisa sangat ramah, saling senyum dan sapa, bahkan tak segan untuk saling menolong ketika ada masalah teknis di jalanan," ujarnya.

Arief Margiso anggota KKK lainnya berujar bahwa cukup penting bagi komunitas dan klub vespa untuk menghadiri acara seperti jambore ini. Karena, lanjutnya, di event ini semua perwakilan dan club-club vespa yang ada di Pulau Jawa dan Madura saling bersilaturahmi untuk mempererat rasa persaudaraan, meningkatkan solidaritas, dan rasa kebersamaan.

Selain itu di acara JSR IX ini juga digelar beberapa kegiatan yang bisa menyalurkan segala aspirasi, menjadi ajang pembinaan, pengembangan, dan peningkatan, minat, skill, kreatifitas dan prestasi.

Di acara JSR IX ini juga menjadi sarana pembelajaran hidup berorganisasi bagi para scooterist, dan pecinta vespa, khususnya yang berada di Pulau Jawa. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
vespa
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved