Breaking News:

Inilah Modus Operandi Salon Plus-Plus di Surabaya

Pelanggan yang datang ke salon dipersilahkan memilih perempuan pemijat atau terapis yang duduk berjejer di sofa

surya/habibur rohman
Ilustrasi PSK yang mangkal di gang dolly 

TRIBUNJOGJA.COM, SURABAYA – Polda Jatim berhasil mengungkap praktik prostitusi berkedok salon. Praktik prostitusi ini modusnya tak beda jauh dengan salon plus-plus lainnya yang sudah pernah terungkap.

Menurut penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (11/12/2014), berikut ini merupakan modus operandi yang meraka gunakan ;

Grand salon & perawatan yang berada di Ruko jalan Ambengan I W Surabaya beroperasi layaknya salon pada umumnya.

Namun, di lantai dua tempat itu, disediakan layanan plus-plus dengan tarif hingga Rp 1,5 juta.

Pelanggan yang datang ke salon dipersilahkan memilih perempuan pemijat atau terapis yang duduk berjejer di sofa.

Setelah memilih, pelanggan dipersilahkan masuk ke kamar pijat bersama perempuan yang dipilihnya.

Setelah keduanya masuk, kamar pun ditutup. Di dalam kamar, perempuan terapis mulai meijat.

Saat itulah, terapis menawarkan layanan plus-plus ke pelanggan. Jika pelanggan bersedia, setelah pijat langsung dilayani di kamar itu juga.

Setelah selesai, pelanggan keluar dan membayar ke kasir. Termasuk biaya pijat dan layanan plus-plus yang sudah dinikmati.

Untuk pijat, tarifnya hanya Rp 150 ribu, dan layanan esek-eseknya Rp 1,5 juta.

Untuk layanan pihat, pengelola hanya mendapat 15 persen saja. Tapi untuk layanan plus-nya, germo atau pengelolanya bisa mendapat bagian 30 sampai 40 persen.(Ufi)

Tags
Prostitusi
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved