Drama Gol Bunuh Diri
Mudah Yulianto, Berharap Pada Banding
Salah satu pemain yang terkena sanksi tersebut adalah pemain muda yang pernah bergabung dengan Timnas U-23, Mudah Yulianto.
Penulis: dnh | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hampir seluruh punggawa Elang Jawa, PSS Sleman musim ini terkena sanksi akibat sepakbola gajah, sanksi yang dijatuhkan pun beragam. Salah satu pemain yang terkena sanksi tersebut adalah pemain muda yang pernah bergabung dengan Timnas U-23, Mudah Yulianto.
Hukuman yang dijatuhkan kepada Mudah adalah larangan beraktivitas di sepakbola nasional selama lima tahun dan denda Rp 50 juta. Di PSS, pemain lain yang mendapat hukuman serupa adalah Ridwan Awaludin, Eko Setyawan, Anang Hadi,Monieaga Bagus, Marwan Muhammad, Satrio Aji dan Wahyu Gunawan.
Hukuman tersebut sudah tertuang dalam surat keputusan (SK) Komisi Disiplin PSSI yang sudah diterima oleh PSS Sleman pada Selasa (25/11) malam. Dengan adanya SK tersebut, maka kini memori banding tengah disusun oleh tim hukum yang ditunjuk oleh PT PSS. Rencananya banding tersebut akan diajukan pada pekan depan dan dilakukan secara kolektif.
Mudah Yulianto pun berharap banding tersebut bisa diterima dan hukuman yang dijatuhkannya kepadanya bisa dicabut sehingga ia bisa kembali bermain pada musim depan. "Pertemuan dengan manajemen sudah dilakukan, banding akan diajukan. Harapannya banding tersebut bisa diterima dan hukuman untuk saya bisa dicabut," lontarnya kepada Tribun Jogja, Jumat (28/11/2014).
Harapan tersebut sangat beralasan, mengingat saat ini di PSS Sleman atau dalam perjalanan kariernya ia tengah dalam top performa. Ia tidak ingin karir yang sedang menanjak tersebut berhenti begitu saja karena adanya hukuman tersebut yang dirasanya sangat berat. (*)