Sekelumit Kisah Perjuangan David Nurbianto Sebelum Terkenal
Rezeki itupun bahkan membawa perubahan yang cukup signifikan dalam kehidupan pria asli Betawi ini.
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Muchamad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tak pernah terbayang sebelumnya di benak David Nurbianto, dirinya bakal menjadi pemenang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV season 4. Rezeki itupun bahkan membawa perubahan yang cukup signifikan dalam kehidupan pria asli Betawi ini.
TIDAK hanya dari sisi materi, David pun kini mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Pasalnya, tawaran job dari sejumlah pihak mengalir deras pada pria berkacamata ini.
"Hampir setiap pekan memang selalu ada job sampai ke luar daerah, belum lagi kalau hari-hari biasa juga ada job on air di TV ataupun off air, jadi memang lebih jarang di rumah sekarang," tuturnya saat ditemui di Indishe Koffie, Benteng Vredeburg Yogyakarta, Kamis (27/11/2014).
Namun apa yang didapatkannya saat ini, diakuinya tidak diperolehnya secara instan. Sebelum menjadi peserta SUCI season 4, David menjalani pekerjaan serabutan demi memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Ia sedikit bercerita, setelah menamatkan pendidikannya di bangku SMA, David menjalani sejumlah profesi yang dirasa bisa ia lakukan. Mulai dari menjadi tukang ojek, sales AC, hingga bekerja di sebuah toko penjualan kaset DVD.
"Ya saat itu kan saya berpikir, apa sih yang bisa saya lakukan dengan hanya bermodal ijazah SMA, jadi apa yang sekiranya bisa menghasilkan duit, itu yang saya kerjakan," sambungnya.
Perkenalan dirinya dengan dunia Stand Up Comedy bermula saat dirinya menjadi seorang penulis lepas di salah satu media di Jakarta. Saat itu, ia mendapat tugas untuk melakukan reportase terhadap komunitas stand up comedy yang ada di ibukota.
Dari situ, dirinya pun mulai mengenal lawakan ala stand up comedy yang sebelumnya sama sekali tidak diketahuinya. David pun mulai berkenalan dengan anggota komunita stand up comedy, bergabung dan mengasah kemampuan serta potensinya di bidang stand up comedy.
"Lalu saya dapat job pertama stand up comedy di salah satu acara, dan dapat bayaran Rp 500 ribu. Dari situ saya mikir, cuma ngoceh 15 menit saja koq bisa dapat Rp 500 ribu, enak banget, lalu akhirnya saya terus tekuni dan berlatih, hingga akhirnya memberanikan diri ikut SUCI di Kompas TV," kisahnya.
Namun David tidak langsung sukses saat mencoba mengikuti audisi SUCI season 3. Dirinya baru berhasil menembus babak final hingga akhirnya mampu menyabet juara pada SUCI season 4 yang membuatnya jadi seperti sekarang.
"Memang ada beberapa perubahan ya, dari yang mulai banyak mengenal saya, tawaran job yang selalu ada saja, dan sebagainya. Tapi sekaligus ini jadi tantangan buat saya untuk tetap konsisten saat tampil, baik off air maupun on air," tandas pria kelahiran 13 Desember 1989 ini. (*)