Tribun Properti

Rumah Aman dalam Genggaman Tangan

Untuk mengatasinya, berbagai upaya pengamanan pun dilakukan.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Rumahku istanaku merupakan pepatah yang sudah lama dikenal. Hal itu menunjukkan impian banyak orang untuk memiliki rumah yang seaman dan senyaman mungkin. Namun hal itu tentu menjadi tantangan ketika zaman terus berubah.

Berbagai gangguan, baik dari dalam maupun luar rumah bisa terjadi. Kenyamanan dan keamanan penghuni pun terusik. Mulai dari gangguan berupa kebakaran hingga tindakan kriminal. Untuk mengatasinya, berbagai upaya pengamanan pun dilakukan.

Pada zaman dulu ketika teknologi pengamanan rumah belum secanggih sekarang, pada umumnya masyarakat memanfaatkan kekuatan sosial untuk pengamanan. Maksudnya, dalam suatu komunitas masyarakat ada rasa dan upaya untuk saling menjaga. Sementara untuk setiap rumah, pemasangan gerendel hingga teralis dan pagar pun diupayakan.

Untuk mencegah bahaya dari dalam misalnya kebakaran, rumah pada zaman itupun telah memiliki penyesuaian. Misalnya saja, pemisahan dapur dari rumah utama. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas seandainya ada api yang tidak dapat dikendalikan.

Ketika zaman berubah, teknologi pengamanan rumah pun turut berkembang. Material rumah tradisional yang menggunakan bahan utama dari beton turut memengaruhi pola pengamanan rumah. Pada awalnya pagar yang menggunakan kayu maupun bambu kemudian berganti menjadi pagar tembok. Karena keterbatasan lahan, maka dapur pun tidak lagi terpisah dengan rumah utama.

Perubahan pola kehidupan masyarakat juga ikut berpengaruh pada sistem pengamanan rumah. Di perkotaan, masyarakat cenderung individualistis sehingga tidak terlalu peduli pada kondisi rumah orang lain meskipun berdekatan. Hal itu berbeda dengan masyarakat pedesaan yang cenderung masih menaruh perhatian pada lingkungan.

Untuk sebagian orang, terutama yang tinggal di wilayah perkotaan, pengamanan rumah sangatlah penting. Hal ini disebabkan mobilitas penghuni yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat rumah sering ditinggalkan sehingga seringkali kosong. Padahal, dalam banyak kejadian, tindak kejahatan sering menyasar rumah kosong.

Solusinya, beberapa orang pun memasang alarm pengaman, Closed Circuit Television (CCTV), hingga menyewa satpam. Sementara mereka yang tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi ini memilih memasang teralis pada seluruh jendela, hingga memasang pagar tinggi mengelilingi rumah.

Namun, solusi yang kedua di atas tentu memiliki risiko misalnya ketika terjadi kebakaran. Penghuni rumah akan kesulitan mengevakuasi diri dan anggota keluarga karena akses yang serba tertutup. Belum lagi ketika kepanikan melanda sehingga sulit memikirkan cara menyelamatkan diri.

Beberapa kalangan pun rela merogoh koceknya untuk memasang sistem keamanan yang terintegrasi di rumah. Direktur sekaligus pemilik Jogja Safety, Murtanto mengatakan, para pemili rumah, terutama rumah besar dan mewah memang memiliki opsi teknologi untuk mengamankan rumahnya. Pada saat inipun di pasaran telah mudah dijumpai penyedia alat pengamanan rumah modern.

Murtanto mencontohkan, meski telah memiliki satpam, beberapa orang tetap memilih memasang sistem pengamanan. Hal itu dilakukan agar tetap bisa memantau kondisi rumah dimanapun pemilik rumah berada.

“Contohnya adalah rumah mewah yang memasan sistem alarm wireless (nirkabel). Alat ini bekerja mengintegrasikan fire alarm dan security alarm. Alat yang dipasang di rumah akan memberitahu pemilik seandainya ada orang asing masuk ke rumah yang terkunci atau ada kebakaran. Informasi akan dikirim melalui komunikasi GSM ke gadget pemilik rumah,” jelasnya ketika ditemui di kantornya, belum lama ini.

Menurut Murtanto, alat semacam ini sudah umum dipakai di gedung dan perkantoran. "Sementara untuk rumah pribadi masih jarang. Namun utamanya rumah mewah sudah mulai banyak yang pasang. Sudah mulai muncul kesadaran untuk melakukan tindakan pencegahan,” terangnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved