Drama Gol Bunuh Diri
KONI DIY Nilai Sanksi Komdis Kepada PSS Berlebihan
Untuk itulah, pihak KONI DIY secara terbuka mendukung upaya manajemen PSS
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY memandang bahwa sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada PSS Sleman terlalu berlebihan. Untuk itulah, pihak KONI DIY secara terbuka mendukung upaya manajemen PSS yang berniat mengajukan banding atas sanksi tersebut.
Ketua Umum KONI DIY, GBPH Prabukusumo pada Selasa (25/11/2014) kemarin berpendapat bahwa sanksi tersebut secara langsung telah membunuh karier beberapa pemain PSS. "Terutama yang mendapat sanksi larangan main sepakbola seumur hidup. Menurut saya sanksi itu berlebihan," katanya.
Ditambahkan Prabukusumo, para pemain sepakbola sebenarnya telah berkorban banyak demi jasanya bisa dipakai oleh klub. Misalnya saja, mengorbankan waktu, tenaga, dan kadang mereka harus mananggung resiko cedera selama membangun karier sepakbolanya.
Dengan kondisi ini, maka sanksi larangan main sepakbola seumur hidup itu akan sama saja mematikan karier dan mimpi mereka. "Saya sendiri paham mereka telah mencederai konsep fairplay, tapi tidak perlu sampai seumur hidup, saya mendukung langkah banding untuk meringankan sanksi," kata Prabukusumo.
Menurut Prabukusumo, banding tersebut tidak hanya disampaikan kepada pihak Komisi Banding (Komding) PSSI, namun juga ke pihak Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nachrowi. Harapannya, agar pihak Menpora bisa memfasilitasi agar banding bisa diterima. (*)