DIY Jadi Percontohan Penanganan Bencana

Dipilihnya DIY sebagai pilot project dikarenakan, wilayah DIY memiliki potensi bencana yang sangat beragam.

Penulis: esa | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DIY akan menjadi pilot project penanganan bencana di Indonesia. Basarnas bersama Pemda DIY akan menyusun Standart Operating Procedure (SOP) SAR saat bencana, dalam dua bulan ke depan.

Dipilihnya DIY sebagai pilot project dikarenakan, wilayah DIY memiliki potensi bencana yang sangat beragam. Sekitar 68 persen wilayah DIY yang tersebar di 301 desa masuk dalam Kawasan Rawan Bencana. Itu meliputi bencana erupsi Gunung Merapi, tanah longsor, banjir lahar hujan, puting beliung, gempa dan lain sebagainya.

Penyusunan SOP Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR) akan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan DIY, Kantor Basarnas DIY, PMI, Pusbankes 118/Persi serta Dokkes DVI Polda DIY.

"SOP akan disusun dan dijadikan percontohan untuk daerah lain di Indonesia. Setelah ini, rencananya kami akan menyasar Jateng karena potensi bencananya hampir sama," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Soelistyo saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) penyusunan SOP SAR bersama Pemda DIY di Kepatihan, Senin (24/11/2014).

Soelistyo menjelaskan, penyusunan SOP itu adalah tahap ketiga dalam proses perbaikan sistem Search and Rescue (SAR) di DIY. Sebelumnya, Basarnas juga sudah memperkuat fasilitas dan peralatan SAR di DIY.

"Tanpa SOP semua orang bisa jalan (menangani bencana), tapi nggak optimal, karena tidak terkoordinir, tidak ada sasaran yang jelas," urai Sulistyo.

Padahal, potensi bencana di Indonesia termasuk DIY sangat tinggi. Selama tujuh bulan menjabat Kepala Basarnas, Sulistyo mendapati rasio bencana maupun kecelakaan yang sangat tinggi. (*)

Tags
SAR DIY
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved