Drama Gol Bunuh Diri
Slemania Minta Aktor Sepak Bola Dagelan Mengaku
hanya korban dari aktor tersebut.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Plt Ketua Umum Slemania, Lilik Yulianto menegaskan jika pihaknya tidak akan berhenti melakukan pergerakan sampai aktor utama sepakbola dagelan tertangkap. Pemain yang sebelumnya dikenai sanksi, menurut mereka hanya korban dari aktor tersebut.
Tak peduli dari pihak mana aktor tersebut, Lilik meminta agar orang tersebut bertanggung jawab dan mengakuinya di depan publik.
"Bahkan jika aktor tersebut dari kalangan internal pengurus PSS Sleman kami minta orang tersebut mengakui apa yang telah diperbuatnya," kata Lilik.
Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kabupaten Sleman meminta masyarakat Sleman bersikap tenang menyingkapi prahara yang tengah menimpa klub di bawah naungan mereka, PSS Sleman. Secepatnya, pihak Pengcab PSSI Sleman akan mencari solusi untuk membantu menentukan nasib PSS ke depan.
Ketua Umum Pengcab PSSI Sleman, Hendrikus Mulyono melalui surat pernyataan sikapnya menghimbau agar masyarakat Sleman khususnya pecinta PSS agar tak terpancing isu negatif yang belakang muncul. "Banyak pihak tak bertanggung jawab yang ingin memperkeruh suasana, jadi kami himbau agar masyarakat tetap tenang," kata Mulyono, Minggu (23/11/2014)
Lebih jauh Mulyono meyatakan jika pihak Pengcab PSSI Sleman memahami apa yang dilakukan pihak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI perihal sanksi yang mereka jatuhkan kepada PSS. Ini, menyangkut sepakbola gajah antara PSS kala menjamu PSIS Semarang beberapa waktu lalu di Lapangan Stadion Sasana Krida AAU.
Namun demikian, Pengcab PSSI Sleman akan tetap mengupayakan tindakan terbaik untuk tetap bisa menyelamatkan PSS di masa mendatang. "Kami perlu waktu untuk memikirkan tindakan dan solusi, secepatnya akan kita sampaikan demi PSS dan masyarakat Sleman," imbuhnya. (*)