Tribun Properti
Musuh Hunian di Kala Hujan
Satu contohnya adalah masalah jamur dan lumut yang tidak hanya mengganggu
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Musim hujan telah tiba, hari-hari lembab dan basah pun menyelimuti rumah dan penghuninya. Apabila tidak dicermati, maka kelembaban dan genangan air bisa menimbulkan masalah untuk rumah. Satu contohnya adalah masalah jamur dan lumut yang tidak hanya mengganggu namun juga bisa merusak material rumah.
Dua jenis tumbuhan tersebut memang menjadi ciri khas di musim hujan. Kemunculannya menandakan kondisi udara yang panas dan kering pada musim kemarau telah menjadi hangat dan lembab pada musim penghujan.
Beberapa bagian rumah yang bersentuhan maupun tidak bersentuhan langsung dengan udara terbuka maupun air hujan berpotensi menjadi tempat berkembangnya jamur dan lumut. Apabila dibiarkan, tidak hanya estetika rumah yang terganggu, material rumah pun bisa rusak.
Jamur kebanyakan timbul dan tumbuh pada bagian rumah yang terbuat dari kayu. Kemunculan jamur menandakan material kayu misalnya pada atap atau lantai telah terkena kelembabab yang cukup tinggi. Padahal, dalam posisi terkena atau tergenang air saja material kayu sudah mulai rusak. Ditambah lagi, munculnya jamur menandakan kayu sudah digerogoti jamur mulai dari permukaannya.
Apabila dibiarkan terus, maka kayu akan semakin lapuk sehingga mengancam kekuatan dan keutuhan bangunan. Dari segi estetika, bagian yang terkena jamur tentu kurang sedap dipandang.
Sementara itu, munculnya lumut juga mengindikasikan kelembaban tinggi. Tidak hanya material kayu yang bisa ditumbuhi, bahkan dinding tembok dan batu pun tidak luput dari serbuan lumut. Gangguan pertama yang terasa tentu pemandangan yang kurang sedap dipandang. Sementara itu, lumut yang dibiarkan akan merusak karena sifatnya yang melapukkan material tempatnya tumbuh.
Siska Ardiana (43), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Jombor mengungkapkan, lumut tidak hanya merusak pemandangan, tapi bisa juga mencelakakan. Hal itu terjadi lantaran tumbuhnya lumut bisa pula di lantai.
"Musim hujan lalu, suami masih bertugas di Jakarta. Saya hanya tinggal bersama anak. Karena sama-sama sibuk, rumah tidak terlalu terurus. Nah, beberapa minggu setelah masuk musim hujan, ternyata tempat jemuran di lantai dua mulai ditumbuhi lumut," terangnya ketika ditemui Tribun Jogja, akhir pekan kemarin.
Ibu dua anak ini mengungkapkan, timbulnya lumut nyaris mencelakakan anak pertamanya ketika menjemur cucian. Lantai yang licin tidak disadari oleh putranya tersebut.
"Anak saya terpeleset dan jatuh. Untungnya tempat jemuran sudah kami pagari sehingga anak tidak bablas jatuh. Hanya, ia salah posisi jatuh sehingga keseleo. Beberapa hari berikutnya ia terpaksa harus beristirahat," jelasnya.
Kejadian itu pun ia ceritakan ke suami. Setelah pulang, sang suami yang bekerja sebagai dosen ini segera bertindak. Tempat jemuran mendapat beberapa renovasi kecil untuk menghindari tumbuhnya lumut. (*)