Drama Gol Bunuh Diri

Awank: Keluarga Tahu Saya Hanya Korban

Atas aksinya tersebut ia menjadi salah satu pemain yang terkena hukuman dilarang beraktivitas di sepakbola Indonesia seumur hidup.

Penulis: dnh | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM - Nama Agus Setiawan atau yang akrab disapa Awank saat ini menjadi sorotan banyak pihak karena aksinya membobol gawang sendiri dalam sepakbola dagelan yang terjadi saat PSS Sleman melawan PSIS Semarang beberapa waktu yang lalu.

Atas aksinya tersebut ia menjadi salah satu pemain yang terkena hukuman dilarang beraktivitas di sepakbola Indonesia seumur hidup.

Awank pun pasrah dan berharap ada jalan keluar yang terbaik bagi dirinya maupun teman-temannya yang mendapat hukuman. Saat hukuman dijatuhkan Awank sedang berada di Temanggung di rumah orang tuanya.

Kepada Tribunjogja.com, Awank menjelaskan bahwa keluarganya tetap memberikan dukungan dan juga dorongan terhadap dirinya atas hukuman yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI.

"Keluarga saya tetap mendukung. Karena mereka tau saya hanya korban," lontar Awank.

Praktis dengan adanya hukuman tersebut, dirinya sudah tidak bisa lagi bermain di kompetisi profesional jika nantinya apabila ada banding dan ditolak banding tersebut. Menilik dari karier Awank, permain tersebut cukup mentereng posisinya di PSS Sleman.

Awank pada musim ini sudah mencetak dua gol, selain itu ia juga kerap menjadi pengisi line up PSS Sleman. Jika dilihat dari umur, mantan pemain Persitema Temanggung tersebut juga masih memiliki peluang untuk bermain beberapa tahun kedepan, karena saat ini Awank baru berusia 29 tahun.

Awank pun hanya bisa pasrah dan berharap ada jalan atas kasus ini. Seperti diketahui, ada tiga pemain PSS Sleman yang terkena hukuman seumur hidup selain Awank. Mereka adalah kiper Riono dan Striker Hermawan Putra Jati. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved