Drama Gol Bunuh Diri

Asisten Pelatih PSS: Hukuman Ini Sangat Berat

Asisten pelatih PSS Sleman tersebut adalah salah satu nama yang juga terkena hukuman yakni dilarang beraktivitas di sepakbola selama 10 tahun

Penulis: dnh | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asisten Pelatih PSS Sleman, Edi Broto mengaku kaget saat mengetahui bahwa ia juga mendapatkan hukuman yang "lumayan" berat. Seperti diketahui pada Kamis (20/11/2014) kemarin Komisi Disiplin PSSI telah mengeluarkan putusan hukuman untuk pelaku sepakbola gajah.

Asisten pelatih PSS Sleman tersebut adalah salah satu nama yang juga terkena hukuman yakni dilarang beraktivitas di sepakbola selama 10 tahun dan denda Rp 150 juta."Saat saya dengar kabar hukuman dari Komdis saya sangat kaget, saya dihukum 10 tahun dan denda. Buat saya itu tentu hukuman yang sangat berat dan saya menyayangkan hukuman tersebut, karena saya posisinya hanya asisten di tim," lontar pelatih berkumis tebal tersebut kepada TribunJogja.com.

Ia pun akan mencoba menghubungi manajemen terkait dengan adanya putusan tersebut dan membahas bagaimana solusi yang bisa didapatkan. Pelatih yang mengawali karier sepakbola sebagai pemain di PSIM Yogyakarta tersebut mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pelatih kepala Herry Kiswanto.

"Saya sudah berkomunikasi langsung dengan pak Herkis (panggilan akrab Herry Kiswanto). Saya dan pak Herkis akan mencoba bertemu dengan manajemen, ketika pak Herkis telpon saya, Pak Herkis juga kaget dengan hukuman tersebut," ujarnya.

Meski belum mengetahui kapan akan bertemu dengan manajemen, Edi Broto mengungkapkan semoga ada jalan keluar yang terbaik dari kasus ini. "Ini sangat berat bagi saya, satu tahun saja sudah lama apalagi ini 10 tahun," lontarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved