Yuk! Mengenal Lebih Jauh tentang Bata Ekspos

Bata ekspos merupakan salah satu pilihan desain yang sering diterapkan pada dinding untuk menciptakan hunian yang bersuasana natural

Yuk! Mengenal Lebih Jauh tentang Bata Ekspos
www.rumahku.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bata ekspos merupakan salah satu pilihan desain yang sering diterapkan pada dinding untuk menciptakan hunian yang bersuasana natural. Hal ini bisa diperoleh karena material dari tanah liat ini, jika di ekspos dengan susunan yang benar dan rapi, sukses menghadirkan suasana alam nan eksotis.

Yang dimaksud dengan bata ekspos adalah bata penyusun dinding yang dibiarkan polos tanpa plester dan aci. Dengan begitu, akan terekspos karakter bata, baik berupa warna, tekstur dan bentuknya.

Aditya Wijaya dari Studio Indirakasa menjelaskan, pada dasarnya ada tiga macam batu bata. Masing-masing ditentukan oleh material tanah penyusun dan lama pembakarannya. Kualitas dan kerapihan bentuk juga menjadi penentu harga yang bisa cukup mahal.

“Yang paling mahal adalah bata jenis terakota. Ini karena materialnya yang sangat halus dan bentuknya yang presisi. Selanjutnya adalah bata biasa yang banyak dikenal. Dan yang terakhir adalah bata ekspos yang tentu di atas bata biasa,” jelasnya kepada Tribun Jogja, akhir pekan kemarin.

Bata jenis terakota paling mahal karena materialnya yang sangat presisi seperti keramik. Selain itu warna merahnya pun paling kuat. Karena itu, tidak heran setiap item bata ini bisa dijual lebih dari Rp 3 ribu. Sementara batu bata ekspos dan biasa bisa lebih murah.

Lebih spesifik mengenai bata ekspos, daerah lokasi pembuatan bata ekspos juga menentukan harga dan kualitasnya. Adit mencontohkan, bata ekspos dari Kebumen misalnya, berkualitas baik karena factor tanah yang banyak mengandung minyak.

Namun, harga bata dari wilayah ini pun juga lebih mahal. Selain Kebumen, alternative daerah penghasil lainnya adalah Godean, Klaten hingga ke Temanggung.

Karena perbedaan daerah penghasil inilah Adit mewanti-wanti agar proses pemasangan diperhitungkan lebih hati-hati. Sangat tidak disarankan untuk memakai produk dari daerah berbeda dalam satu lokasi pemasangan.

Sebabnya, warna dan ukurannya seringkali tidak sama persis. Risiko belang dan kurang presisi pun sudah mengintai.

Halaman
123
Tags
Rumah
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved