Batu Kalsedonnya Sudah Bersertifikat
enis batu-batu akik di Gunungkidul memiliki keindahan yang tidak kalah dari batu-batu akik daerah lain
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jenis batu-batu akik di Gunungkidul memiliki keindahan yang tidak kalah dari batu-batu akik daerah lain di Indonesia.
Dengan sentuhan seni, batu-batu asli Gunungkidul itu pun disulap menjadi batu akik bernilai tinggi, tergantung jenis dan motif batu akiknya.
"Awalnya saya pencinta batu akik, juga sempat menjadi peneliti. Sekarang fokus membuat batu akik," kata Puji, warga Desa Bejiharjo yang merintis usaha batu akik saat ditemui Tribun di rumahnya, Minggu (16/14/2014).
Puji mengakui keahliannya autodidak, alias belajar sendiri.
Selama belasan tahun menjadi pencinta batu akik, dirinya hapal jenis-jenis batu yang bisa dibuat menjadi akik sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi.
Tak heran bahwa jenis batu akik kalsedon transparan buatan Puji, beberapa waktu lalu, mendapatkan sertifikat dari Accurate Gemological Laboratory Jakarta sebagai batu asli Gunungkidul.
Puji baru menekuni pembuatan batu akik sekitar sebulan lalu. Batu-batu alam yang diperolehnya dari beberapa lokasi di Gunungkidul, dipotong dan diolahnya.
Setelah mendapatkan motif paling unik, kemudian baru dibentuk menjadi batu akik hingga halus.
Untuk menjadikan batu akik mengkilap, Puji di proses akhir menggosok menggunakan serbuk intan. Batu akik digosok-gosokkan di atas kulit yang dicampuri serbuk intan, hingga mengkilap. Setelah itu batu akik baru dipasang di cincin emas ataupun perak.
"Satu batu paling selesai dalam satu hingga dua jam. Saya memang hanya mengkhususkan untuk membuat batu akik berbahan baku batu asli Gunungkidul," ucap Puji yang punya harapan besar usaha kecil ini bisa mengubah sosial ekonomi warga di desanya. (Tribunjogja.com)