UIN Tuan Rumah Konferensi Internasional Keuangan Islam ASEAN Kedua

UIN Sunan Kalijaga berkomitmen untuk mengembangkan Ekonomi Islam sampai ke level internasional, khususnya negara-negara ASEAN.

Penulis: baskoro | Editor: baskoro

          YOGYA, TRIBUN - UIN Sunan Kalijaga berkomitmen untuk mengembangkan Ekonomi Islam sampai ke level internasional, khususnya negara-negara ASEAN. Berbagai even dilakukan untuk menggelorakan hal ini, termasuk melaksanakan kegiatan konferensi tahunan.
Kali ini, UIN Sunan Kalijaga, International Islamic University Malaysia dan Universitas Islam Sultan Agung Semarang, didukung Islamic Research and Training Institute (IRTI-IDB), bergabung menyelenggarakan International Conference on Islamic Finance (AICIF) yang ke dua. AICIF ke dua ini diselenggarakan di Conventiona Hall, kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Hotel Ambarukmo, tanggal 12-14 November 2014,  dibuka oleh Sekretaris Jendral Kementerian Agama, Prof. Nur Syam, dengan menghadirkan keynote Speech Dr. Mulya E. Siregar (Deputi Komisioner OJK).
          Menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. Ibnu Qizam, SE. Akt. Dalam forum ini akan dibahas topik "Islamic Finance and Its Role in Economic Develomment and Creation of Just and Stable Monetary Systemin Light of Maqosid Syari'ah".  Diskusi dalam topik ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang signifikan dewasa ini. Termasuk didalamnya menangani masalah keuangan Islam di era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan dimulai 2015 nanti. Dalam forum ini pula diharapkan muncul ide-ide briliyan bagaimana mengembangan ekonomi Islam di wilayah negara-negara anggota ASEAN dan meningkatkan peran keaungan Islam pada penciptaan sistem moneter Islam baik dalam dasar teoritis dan di ranah praktis, didukung integrasi masyarakat ASEAN, Jelas Ibnu Qizam.
         "Forum ini juga menjadi ajang diskusi para akademisi, praktisi dan peneliti untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan belajar dalam mengelola keuangan Islam menghadapi era pasar bebas. Konferensi ini juga ingin menjawab kebutuhan negara-negara ASEAN, yang memang saat ini sedang berfokus pada upaya-upaya mengembangan keuangan Islam dalam menghadapi isu-isu masyarakat ekonomi ASEAN," kata Ibnu Qizam.
         Isu-isu tersebut diantaranya bagaimana menciptakan keadilan dan kestabilan kebijakan moneter yang sesuai dengan aturan dan pedoman syari'ah. Bagaimana mendesain solusi untuk mendorong pengembangan perbankan dan keuangan Islam dalam masyarakat ekonomi ASEAN. Sementara isu khusus yang perlu mendapat penanganan serius dari perbankan dan keuangan Islam negara-negara ASEAN adalah pengelolaan dana haji dan bagaimana menciptakan instrumen keuangan syari'ah yang sesuai dalam memberikan perlindungan terhadap dana ribawi.
        Agar forum ini bisa membawa manfaat yang sebesar-besarnya, maka dihadirkan beberapa panelis yang kaya pengalaman dan sangat paham di bidangnya masing masing, antara lain : Dr. Dadang Muljawan dar Bank Indonesia, Mr. Adiwarman Azwar Karim dari IRTI-IDB, yang keduanya akan menyajikan beberapa makalah mengenai peran negara OKI untuk Komunitas Ekonomi ASEAN. Selain itu Prof. Dr. H. Amin Abdullah akan membahas beberapa isu mengenai Ekonomi Islam dari perspektif philosofi dan Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono dari Universitas Airlangga, akan membahas isu-isu akuntansi dalam Islam.
        Dalam sidang pleno, 6 Chief Executive Officer (CEO) dari 6 bank syariah, yakni : Bank Mandiri Syari'ah, Bank Muamalat Indonesia, Bank BNI Syari'ah, Bank BRI Syari'ah, Bank Mega Syari'ah dan Bank Permata Syariah. Mereka akan menyoroti pengalaman mereka dalam mengelola perbankan Islam, diikuti diskusi pengelolaan dana haji, dan prektek-prektek terbaik di Malaysia dan Indonesia. Untuk masalah ini, Direktur Jendral Haji dan Umroh, kementerian Agama, Prof. Dr. H. Abdul Djamil dan Dekan Institut Perbankan dan Keuangan Islam, Prof. Dr. Syed Musa Al-Habsyi akan menyampaikan pidato tentang isu ini, demikian papar Ibnu Qizam. (bm)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved