Nasabah Geruduk BMT BUM Tanyakan Nasib Investasi
Menurutnya ada ratusan pedagang Pasar Induk Klaten yang menginvestasikan uangnya, baik dalam bentuk deposito maupun tabungan.
Penulis: pdg | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja Padhang Pranoto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Puluhan pedagang Pasar Induk Klaten mengadukan lembaga keugangan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Bina Usaha Mandiri (BUM), lantaran diduga melarikan uang nasabah miliaran rupiah.
Seorang nasabah Tuminah (53) mengaku tidak dapat mencairkan uangnya senilai Rp 400 juta. Menurutnya semenjak hari Selasa (4/11/2014), kantor BMT BUM yang terletak di Tegal Blateran, Kelurahan Kabupaten Kecamatan Klaten Tengah tersebut telah tutup.
"Selasa lalu, saya baru mengetahui bahwa kantornya tutup," ujarnya saat berkumpul didepan kantor BMT tersebut, Jumat (7/11/2014).
Menurutnya ada ratusan pedagang Pasar Induk Klaten yang menginvestasikan uangnya, baik dalam bentuk deposito maupun tabungan. Hal serupa juga dialami oleh Wiwin tergiur bunga sekitar 15 persen, dirinya menginvestasikan hasil berdagangnya sebesar Rp 200 juta. Diperkirakan total ada 200 pedagang dengan jumlah simpanan sebesar Rp 3 miliar.
Rumah sang pengelola yang berada di Ceper pun sempat didatangi nasabah, namun tempat tinggal tersebut telah sepi, ditinggal pemilik.
Merasa dirugikan, para pedagang tersebut kemudian melaporkan BMT BUM tersebut ke markas Polres Klaten. (*)