Kenalkan Gamelan Sejak Dini
Tugas mereka adalah bermain, bukan nguri-nguri budaya Jawa.
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Hendy Kurniawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI), Djohan Salim berpendapat, Gamelan sebaiknya diajarkan pada tingkat SMA. Sementara untuk tingkat SD dan SMP, hanya perkenalan saja.
"Mereka (SD dan SMP) masih anak-anak. Tugas mereka adalah bermain, bukan nguri-nguri budaya Jawa," tegasnya saat menjadi pembicara Workshop Gamelan Anak 2014 di Universitas Sanata Dharma, Sabtu (4/9/2014).
Ia menyayangkan, jika selama ini anak-anak dipaksa untuk menghafal, belajar alat-alat musik dan diberi pengetahuan kognitif oleh gurunya. Sehingga seringkali anak-anak tampak serius bahkan mengernyitkan dahinya saat memainkan gamelan. (*)