Utang Uang Sekolah, Tiga Siswa Tertunda Ikut Ujian
Tiga orang siswa SMK Maarif Semanu dilarang untuk mengikuti ujian tengah semester karena belum membayar uang semester sebesar Rp 100 ribu.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dunia pendidikan di Gunungkidul kembali tercoreng. Tiga orang siswa SMK Maarif Semanu dilarang untuk mengikuti ujian tengah semester karena belum membayar uang semester sebesar Rp 100 ribu.
Ketiga siswa yang tidak boleh mengikuti ujian yakni E, D dan N. Ketiganya merupakan siswa kelas XII di sekolah tersebut.
Kejadian ini terjadi pada Senin (29//2014) lalu, saat ujian UTS baru mulai dilaksanakan. Saat akan memulai ujian, ketiganya diminta oleh guru pengawas untuk menemui kepala sekolah karena tidak memiliki kartu ujian.
Di ruang kepala sekolah, ketiga siswa tersebut diberi penjelasan alasan dipanggil. Namun nada bicara yang disampaikan oleh kepala sekolah kurang bersahabat. Dengan bahasa jawa, kepala sekolah meminta ketiganya pulang karena belum membayar uang semester.
“Nek durung mbayar durung oleh ujian, muliho sik wae (Kalau belum membayar belum boleh ikut ujian, pulang saja dulu)", kata seorang siswa menirukan ucapan kepala sekolah, Kamis(2/10/2014).
Mendapatkan pernyataan dari sang kepala sekolah, ketiga siswa tersebut kemudian memilih pulang. Mereka akhirnya gagal mengikuti ujian tengah semeter hari pertama. Bahkan salah satu siswa terpaksa baru masuk pada Rabu (1/10/2014) karena baru memiliki uang untuk melunasi uang semester.
Atas kejadian itu, ketiga siswa meminta kepada pihak sekolah untuk menjalankan janji yang sudah disampaikan pada saat awal pendaftaran. Saat itu, siswa yang mendaftar ke SMK Maarif dijanjikan akan diberi kemudahan. (*)