KUR BRI Capai Rp 3,7 Triliun Hingga Juli
Terhitung hingga Juli 2014, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil mencatatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp3,7 triliun
Penulis: tiq | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Pristiqa Ayun Wirastami
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -Terhitung hingga Juli 2014, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil mencatatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp3,7 triliun. Jumlah ini naik dari jumlah KUR hingga bulan Desember 2013 lalu, yaitu Rp3,2 triliun.
Menurut Muhammad Ali selaku Pemimpin Wilayah BRI Yogyakarta Non-performing loan (NPL) di BRI juga mengalami kenaikan. Pada Desember 2013, NPL di BRI hanya mencapai 0,08 persen. Namun Juli 2014, NPL mencapai 2,15 persen.
"Kenaikan jumlah ini sebab pada bulan Juli 2014, banyak sekali klaim asuransi yang kami ajukan ke Jamkrindo dan Askrindo. Sehingga jumlah NPL meningkat," kata Ali, Selasa (30/9/2014).
Ia pun menjelaskan, ketika KUR diberikan kepada debitur maka harus diasuransikan. Dan ketika ada KUR yang bermasalah, BRI pun mengajukan klaim paling tidak 70 persen ke pemerintah. Namun sebelum pencairan klaim, haru ada verifikasi terlebih dahulu.
"Jumlah NPL pada Desember 2013 adalah sebelum klaim, makanya bisa lebih rendah dari Juli 2014 yang sesudah klaim," jelas Ali.
Sedangkan dari sisi nasabah, pada Desember 2013 jumlah nasabah KUR BRI adalah 3377 debitur. Lalu pada Juli 2014 jumlaj debitur KUR BRI naik 359 debitur yang jumlahnya menjadi 3736 debitur.
KUR, menurut Ali, menjadi embrio bagi para debitur untuk naik kelas menjadi komersil. Pada Juli 2014, ada 118.514 debitur KUR yang telah naik kelas.
"Mereka yang naik kelas ini membawa total aset sekitar Rp2,6 triliun. Dan kebanyakan dari sektor perdagangan dan perdagangan pertanian," tutup Ali. (*)