Cegah Upal Beredar, Masyarakat Harus Lebih Teliti

Peredaran uang rupiah saat ini patut mendapat kewaspadaan dari semua pihak, termasuk masyarakat umum

Cegah Upal Beredar, Masyarakat Harus Lebih Teliti
Tribun Jogja/Susilo Wahid
Tiga pengedar upal ditunjukkan kepada wartawan di Mapolres Banyumas, Rabu (11/4/2012)

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peredaran uang rupiah saat ini patut mendapat kewaspadaan dari semua pihak, termasuk masyarakat umum. Hal itu dibutuhkan demi mencegah atau meminimalisir uang palsu (upal) beredar di tengah masyarakat, yang tentunya akan merugikan.

Demikian dikatakan Kepala Unit Operasional Kas Bank Indonesia (BI) DIY, Suyatno, Minggu (21/9). Ia menuturkan, masih adanya uang palsu yang beredar dan ditemukan di tengah masyarakat, bisa terjadi karena kurang teliti atau kurang kewaspadaan dari masyarakat.

"Masyarakat sebenarnya sudah cukup cerdas untuk membedakan uang rupiah yang palsu dan asli, namun biasanya kan saat bertranksaksi ada yang terburu-buru, jadi tidak sempat meneliti uangnya," jelas dia saat memberikan edukasi keaslian rupiah, di arena Jogja Kreatif #16.

Ia menambahkan, selama ini uang palsu yang umumnya beredar di tengah masyarakat adalah pecahan nominal besar, misalnya Rp100 ribu.

Karena itu, ia berharap, masyarakat tetap selalu jeli dan waspada ketika bertransaksi atau menerima uang pecahan nominal besar tersebut.

"Peredaran uang palsu memang masih ada, bahkan mungkin hampir setiap hari ada uang palsu yang ditemukan. Jadi memang masyarakat perlu waspada dan tahu keaslian uang rupiah," imbuh dia.

Lebih lanjut ia memaparkan, cara sederhana yang mungkin telah diketahui sebagian besar masyarakat adalah dengan cara 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

Meski demikian, ia mengatakan masyarakat tetap harus benar-benar jeli, karena beberapa uang palsu yang beredar saat ini nyaris mirip dengan aslinya.

Pihak BI juga disebutnya senantiasa hadir di tengah masyarakat untuk menyosialisasikan hal tersebut. Suyatno mengatakan, pihaknya memiliki program rutin setiap bulan untuk melakukan sosialisasi, misal pada acara Car Free Day, ataupun di ruang publik semisal Malioboro, atau Jalan Mangkubumi.

"Jika misalnya masyarakat ada yang ragu saat menerima uang, bisa datang dan ditanyakan ke BI. Yang pasti, masyarakat wajib tahu ciri-ciri uang yang asli," ujarnya. (tribunjogja.com)

Tags
Upal
Penulis: ton
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved