Poksay Suaranya Cetar Membahana

Burung ini akan berkicau bersahutan tatkala mendengar suara dari burung kawanannya

Tayang:

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SATU lagi burung pekicau yang memiliki suara cukup mumpuni dan populer di kalangan penggemar burung. Adalah Poksay (garrulax), burung yang di habitat aslinya membentuk koloni kecil saat mencari makan.

Burung ini akan berkicau bersahutan tatkala mendengar suara dari burung kawanannya. Kelebihan burung ini adalah memiliki volume suara yang keras, sehingga mampu didengar dari jarak ratusan meter.

Di pasaran, burung ini dikenal berdasarkan asal habitatnya, ada yang berasal dari lokal dan impor. Burung poksay lokal atau yang hidup di wilayah Indonesia, antara lain Poksay Hitam (Garrulax lugubris ), Poksay Sumatera ( Garrulax bicolor ), Poksay Kuda ( Garrulax rufifrons ), Poksay Mantel ( Garrulax palliatus ) dan Poksay Genting ( Garrulax mitratur ).

Di antara jenis burung Poksay tersebut, Poksay Mantel, Sumatera, dan Poksay genting adalah yang banyak dipelihara penghobi burung pekicau Tanah Air.

Menurut Toto Rawi, salah satu penghobi burung pekicau asal Yogyakarta, Poksay masih memiliki penggemar setia lantaran volume suaranya yang keras. Khususnya Poksay Mantel atau kerap disebut Poksay Medan.

Bila memelihara Poksa jenis ini, Toto menyarankan agar burung pekicau lain misalnya, Murai Batu, Cucak Rowo dan burung sejenis diletakkan berjauhan agar tidak stres lantaran kaget saat mendengar volumenya yang keras.

"Suara Poksay itu ibarat kata anak sekarang cetar membahana. Secara fisik, postur burung ini juga gagah, tingkah lakunya di alam liar, gemar tengak-tengok sambil naik turun dahan atau ranting pohon," ujar Toto.

Toto menjelaskan, Poksay Medan adalah burung yang atraktif. Bila sedang berkicau, ia akan menggetarkan kedua sayapnya. Lantaran perilakunya tersebut, sebaiknya memberikan sangkar yang luas pada burung yang warna bulunya di dominasi coklat muda dan hitam ini.

"Ada cara supaya Poksay nggak begitu aktif lompat sana sini. Sebaiknya tangkringannya satu saja, kalau dua otomatis dia akan naik turun dan cenderung lebih giras (liar)," terang Toto.

Untuk pakan, serangga kecil seperti jangkrik dan ulat bisa diberikan agar kebutuhan proteinnya terpenuhi. Buah-buahan juga dianjurkan sebagai makanan harian agar menjaga metabolisme burung.

Sementara itu, Poksay impor yang beredar di pasar Tanah Air antara lain adalah Poksay Hongkong (Garrulax chinensis), Poksay Punggung merah karat atau dalam bahasa Inggris disebut Chestnut-backed laughingthrush (Garrulax nuchalis).

Persebaran Poksay punggung merah karat meliputi wilayah India dan Myanmar. Sementara itu, Poksay Hongkong mempunyai wilayah persebaran meliputi wilayah , Asia Tenggara hingga China.

Harga di pasar burung saat ini untuk bakalan Poksay impor lebih mahal dari Poksay lokal. Untuk bakalan berkisar antara Rp 500 ke atas. Bakalan sudah bunyi berkisar Rp 1 juta ke atas. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
burung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved