Lima Anggota Dewan Mangkir Paripurna Perdana

Sebanyak lima anggota DPRD Gunungkidul periode 2014-2019 tidak hadir dalam rapat paripurna perdana dalam rangka mendengarkan pidato

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak lima anggota DPRD Gunungkidul periode 2014-2019 tidak hadir dalam rapat paripurna perdana dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (15/8/2014).

Selain lima anggota tidak hadir, beberapa anggota juga diketahui membolos sebelum rapat selesai. Banyak anggota dewan baru yang tidak mengisi daftar absensi yang disediakan oleh sekretariat dewan. Sementara dari kalangan eksekutif, beberapa camat dan pejabat yang diundang juga tidak hadir.

Hingga ketua DPRD sementara, Suharno menutup rapat sekitar pukul 11.00 Wib, ketidakhadiran anggota dewan dan pejabat pemkab Gunungkidul tidak diketahui alasannya.

Sekretaris DPRD Gunungkidul, Tudjuh Priyono mengungkapkan pihaknya sudah mengirimkan undangan kepada seluruh anggota dewan. Bahkan undangan rapat paripurna bukan hanya dari sekretariat saja, pemkab Gunungkidul juga turut mengundang.

“Semua sudah diundang, bahkan undangannya dobel,” katanya usai mengikuti rapat paripurna.

Tudjuh mengungkapkan, ketidakhadiran lima anggota dewan termasuk sedikit. Sebagian besar anggota dewan periode 2014-2019 baik yang baru maupun lama hadir untuk mengikuti rapat paripurna mendengarkan pidato kenengaraan presiden SBY.

“Itu termasuk sedikit (wajar),” ucapnya.

Sementara itu, Ketua sementara DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan rapat paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 69 merupakan rapat penting.

Melalui rapat paripurna ini anggota dewan dan eksekutif bisa mendengarkan apa yang disampaikan oleh presiden terkait dengan pembangunan yang sudah dilaksanakannya. Untuk itu, seharusnya seluruh anggota dewan bisa hadir sehingga mengetahui pidato yang disampaikan oleh presiden.

“Bagi saya sakral (rapat paripurna mendengarkan pidato kenegaraan presiden Susilo Bambang Yudhoyono). Jangankan saya, masyarakat saja pasti menyayangkan (ketidakhadirannya),” katanya.

Menurut politisi PDIP ini, ketidakhadiran beberapa anggota dewan belum diketahui penyebabnya. Pihaknya akan segera mengklarifikasi kepada anggota dewan yang tidak hadir.

”Mungkin ada keperluan, tapi saya belum tahu. Nanti akan klarifikasi terlebih dahulu,” ucapnya.(has)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved