Kakak Beradik Jadi Lulusan Terbaik UIN
Dua bersaudara asal Sidoarjo berhasil meraih gelar lulusan terbaik UIN Sunan Kalijaga dalam wisuda periode Agustus 2014, Sabtu (9/8)
Penulis: nbi | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Niti Bayu Indrakrista
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua bersaudara asal Sidoarjo berhasil meraih gelar lulusan terbaik UIN Sunan Kalijaga dalam wisuda periode Agustus 2014, Sabtu (9/8). Yeti Maulana Octavia dari jurusan Pendidikan Guru MI serta Riesta Maratul Azizah dari Jurusan Sosiologi tidak canggung berjualan makanan untuk membantu membiayai kuliah.
Dua bersaudara itu adalah anak keenam dan ketujuh dari delapan bersaudara. Mereka kehilangan ayahandanya akibat bencana Gempa Bumi Bantul 2006. Keluarga itu pun harus bertahan dari uang pensiun sang ayah.
Ungkapan bahagia terpancar dari ibunda keduanya, Cholifah. Perempuan berusia 63 tahun itu bahkan tidak bisa menahan tetes air mata saat menceritakan kembali pesan dari almarhum suami kepada buah hatinya. "Bapak selalu ingatkan agar anak-anak jangan jadi sombong dan selalu rendah hati," kata Cholifah.
Cholifah mengaku tidak menyangka jika dua buah hatinya bisa lulus dengan menggondol predikat prestisius tersebut. Slempang hijau bertuliskan cum laude menggantung pada pundak kanan kedua anak Cholifah. Ia mengatakan, sejak kecil anak-anaknya itu memang ingin menjadi guru. Melalui pekerjaan itu, mereka berharap bisa menyebarkan pengetahuan dan kebaikan kepada generasi muda.
Untuk membantu biaya perkuliahan, Yeti dan Riesta mendapat beasiswa dari tiga lembaga, yaitu Supersemar, Bank Indonesia, dan Kementerian Agama. Selain itu, mereka juga kerap berjualan makanan kecil seperti risoles, tahu bakso, dan kue-kue basah. "Teman-teman senang karena tidak harus berjalan ke kantin. Kami juga menjual pulsa," kata Riesta.
Sementara itu kakak Riesta, Yeti, mengaku senang bisa menjalani perkuliahan. Pasalnya, setelah lulus SMA pada 2007, ia sempat memilih untuk bekerja. Beberapa tahun kemudian, atas saran kakak-kakak dan keinginannya sendiri, Yeti mendaftarkan diri untuk berkuliah di UIN Sunan Kalijaga bersama adiknya.
Pada periode ini UIN Sunan Kalijaga meluluskan 1.495 orang dari jenjang diploma sarja dan pascasarjana. Besarnya jumlah wisudawan periode ini membuat upacara wisuda dilakukan dua hari yakni Sabtu(9/8) dan Minggu (10/8). Pada hari pertama sebanyak 754 orang. Sisanya dilakukan pada hari kedua.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Dr Musa Asyari mengatakan, prosentase indeks prestasi yang dicapai wisudawan kali ini adalah 48,84 persen berhasil memperoleh IPK 3,51 – 40.00. Sisanya, 48,15 persen memperoleh IPK 3.00 – 3,50. Sementara lama studi tujuh semester sebesar 71,2 persen, 9 -10 semester 18,74 persen, 11 – 12 semester 5,93 persen dan 13 – 14 semester 4,13 persen. "Artinya sebagian besar mahasiswa UIN Sunan Kalijaga bisa lulus tepat waktu," kata Musa. (nbi)