Pedagang Pasar Wedi Klaten Iuran untuk Peresmian Pasar
Bagi pedagang kios diminta iuran sebesar Rp 500 ribu sedangkan untuk pedagang los diminta iuran sebesar Rp 50 ribu
Penulis: oda | Editor: Mona Kriesdinar
Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Peresmian pasar wedi Klaten diselenggarakan lewat iuran para pedagang. Sejumlah pemilik kios mengaku diminta iuran untuk peresmian dengan besaran bervariasi. Bagi pedagang kios diminta iuran sebesar Rp 500 ribu sedangkan untuk pedagang los diminta iuran sebesar Rp 50 ribu. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jogja, iuran tersebut telah dibayarkan sejak April lalu. Jumlah uang yang terkumpul pun sepertinya cukup besar lantaran pasar seluas kurang lebih 12,5 hektar itu memiliki 248 kios. Sedangkan los yang dibangun dapat menampung sekitar 465 pedagang.
Terkait hal itu, Kepala UPTD Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Klaten, Didik Sugiharto, membenarkan adanya iuran untuk kegiatan peresmian Pasar Wedi Klaten, yang dilakukan pada Selasa (5/8/2014).
“Seluruh biaya memang dari pedagang, dengan membentuk panitia. Kami hanya sebagai pembina. Namun tidak semua kios ditarik Rp 500 ribu, ada pula kios yang ditarik lebih ringan, karena faktor lokasi kiosnya kurang strategis,” ungkapnya, di Klaten, Selasa (5/8/2014).
Dari hasil iuran tersebut, dana untuk biaya peresmian terkumpul sekitar Rp 129 juta. Selain untuk kegiatan reog, pengajian, dan wayang kulit dengan dalang Ki Joko Edan, lanjutnya, dana itu juga untuk anggaran-anggaran yang nilainya besar, seperti keamanan.
Dalam peresmian pasar yang bertepatan dengan Hari Jadi Klaten ke 210 itu, panitia membuat tiga gunungan yang berisi sayuran, buah-buahan, dan nasi. Ketiga gunungan yang diarak dengan dua reog dari pasar darurat ke Pasar Wedi itu, kemudian diperebutkan warga.
Pembangunan Pasar Wedi yang dilakukan pada Mei hingga Desember 2013 lalu itu menelan dana sebesar Rp 16 miliar lebih. Dana itu bersumber dari APBN, APBD Provinsi Jawa Tengah, dan APBD Kabupaten Klaten. (tribunjogja.com)