Tribun Otomotif

Membaca Istilah Wheel Aligment

PERNAH melakukan wheel alignment (dikenal orang Indonesia dengan sebutan spooring) mobil? Setelah mobil dispooring oleh mekanik bengkel

Tayang:
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PERNAH melakukan wheel alignment (dikenal orang Indonesia dengan sebutan spooring) mobil? Setelah mobil dispooring oleh mekanik bengkel, Anda akan diberi selembar kertas yang berisi angka angka dengan satuan derajat, menit, lalu ada istilah istilah dalam Bahasa Inggris yang agak sulit dimengerti.

Sebagian besar orang mungkin tidak peduli dengan selembar kertas itu, yang penting mobil selesai disetel, dan mobil jalannya enak! Padahal, wheel alignment (WA) sangat penting untuk dipahami. Minimal, Anda akan mengetahui kesalahan atau kerusakan kaki kaki tunggangan Anda.

Khususnya toe, camber dan caster roda, yang jadi poin wajib melakukan WA. Kalau setelan roda bermasalah, sangat berbahaya bila tunggangan melaju kencang. Selain itu, tak ayal jika ditemukan ban aus tidak rata.

Nah, biar tidak bertambah bingung, sebaiknya simaklah ulasan di bawah ini seputar WA dan istilah istilah yang tercatat di selembar kertas hasil WA.

Toe
Jika dilihat dari atas mobil, toe adalah selisih jarak antara roda depan (sisi kiri dan kanan) bagian depan dengan roda depan bagian belakang (lihat gambar). Kata lain, tingkat kesejajaran antara roda depan sebelah kiri dan kanan (toe = 0).

Bila sisi ban pada kedua roda depan lebih dekat maka disebut toe in (toe positif), kalau diperhatikan dari atas, kedua roda membentuk seperti huruf 'A'. Sebaliknya, jika sisi depannya lebih jauh dari sisi belakangnya, artinya toe out (toe negatif) dan mirip huruf 'V'.

Fungsinya untuk mengoreksi penyeimbang data rolling camber, serta untuk mendapatkan keseimbangan data toe akibat adanya daya dorong penggerak roda.

Contoh, dari hasil terlihat posisi roda kiri di titik 0 derajat 24 menit, sedang roda kanan di titik 0 derajat 4 menit. Artinya, ada perbedaan 20 menit yang mengakibatkan roda kiri sedikit mengarah keluar (toe negatif) dibanding roda kanan. Maka, proses senterisasi dilakukan dengan mengubah setelan tie rod dan long tie rod.

Bila toe terlalu positif, berakibat mobil akan melayang atau tidak stabil, radius belok tidak tepat (saat belok bunyi decitan dari ban) dan bikin ban aus tak rata di bagian luar. Sedangkan bila toe terlalu negatif, efeknya hampir sama dengan toe terlalu positif. Perbedaannya ban akan aus di bagian dalam. (otomotifnet.com)

Tags
otomotif
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved