Tribun Properti

Batu Paras, Bisa jadi Pilihan untuk Ornamen Rumah

CONTOH batu alam yang banyak dipakai untuk penambah ornament rumah adalah batu paras.

Tayang:
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - CONTOH batu alam yang banyak dipakai untuk penambah ornament rumah adalah batu paras. Batu berwarna cerah ini bisa diolah menjadi berbagai ornament misalnya patung, relief, loster, hingga lampion yang memercantik rumah.

Untuk mendapatkan ornamen dari batu paras di Yogyakarta tidaklah sulit. Di beberapa titik misalnya Ringroad Utara dan Jalan Imogiri merupakan tempat dimana banyak perajin batu paras bekerja sekaligus memamerkan karyanya. Pengunjung bisa datang dan memilih ornament dari batu paras yang mereka inginkan.

Satu contoh perajin batu alam terutama batu paras adalah Budi Artstone di Ringroad Utara 21, Pandeansari. Perajin yang telah berproduksi sejak 2010 ini mendatangkan batu paras dari Wonosari untuk diolah menjadi berbagai ornament rumah.

Pemilik Budi Artstone, Budianto menjelaskan, batu paras bisa diolah menjadi bahan eksterior maupun interior rumah. Tidak hanya itu, batu juga bisa diterapkan pada taman bahkan dalam ruangan. "Kalau diterapkan dalam ruangan, membuat ruangan lebih memiliki cita rasa seni. Konsep rumah pun nuansanya terasa lebih kuat," jelasnya ketika ditemui, belum lama ini.

Pelanggan Budi tidak hanya berasal dari perorangan yang ingin menambah ornament rumahnya. Beberapa arsitek maupun pengembang pun sering mengajaknya bekerja sama. Sebabnya, Budi tidak hanya membuat dan menjual namun juga melayani pemasangan. Sebanyak tujuh orang pegawainya pun tidak hanya mampu membuat berbagai karya dari batu paras namun juga memasangnya di tempat pemesan.
"Karena biasanya orang lapangan (dari pihak pengembang, red) tidak mau ambil risiko. Makanya mereka pesan sekaligus minta dipasang," imbuhnya.

Menurut Budi, saat ini yang sedang menjadi tren adalah relief dari batu paras yang berkonsep natural. Pemesan sedang menggemari relief yang bergambar tumbuhan namun tidak terlalu ramai (minimalis). Hal ini disebabkan tren rumah saat ini masih cenderung ke rumah berkonsep minimalis.

Mengenai harga, Budi mengungkapkan, cukup bervariasi sesuai ukuran dan tingkat kerumitan karya. Namun secara umum misalnya untuk relief ia mematok harga Rp 650 ribu per meter, loster Rp 950 ribu per meter.

"Untuk loster memang lebih mahal karena memiliki dua sisi sehingga pengerjaannya lebih sulit dan menyita waktu," lanjutnya. Kemudian, untuk patung ia membandrol mulai Rp 250 ribu dan lampion menjadi item yang paling murah yaitu mulai Rp 95 ribu.

Adanya anggapaan bahwa batu paras mudah rusak apabila berhadapan dengan cuaca, Budi mengatakan ada teknik untuk mengatasi hal tersebut yaitu coating. Cara ini dilakukan dengan melapisi batu paras dengan pelapis sehingga tidak langsung terkena air maupun paparan sinar matahari. Hasilnya, batu paras bisa lebih tahan dan tidak cepat berlumut. (toa)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved