Lebaran 2014
Bakdo Kupat di Pandeyan Berlangsung Meriah
Arak-arakan budaya mengelilingi kampung, masyarakat berpakaian adat dengan membawa gunungan ketupat beserta uba rampe sebagai wujud syukur
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Minggu (3/8/2014) masyarakat Kampung Wisata Pandeyan menyelenggarakan kirab budaya Bakdo Kupat. Bakdo Kupat atau Lebaran Ketupat merupakan budaya masyarakat kampung Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta yang diselenggarakan satu minggu setelah Idul Fitri.
Arak-arakan budaya mengelilingi kampung, masyarakat berpakaian adat dengan membawa gunungan ketupat beserta uba rampe sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Acara tersebut tampak meriah dihadiri ratusan orang dan diisi berbagai atraksi kesenian
Dijelaskan oleh Atmadi Florian, selaku ketua pengelola Kampung Wisata Pandeyan sekaligus ketua RW 03 mengatakan secara umum, acara tahun ini tidak jauh berbedanya dengan tahun lalu.
“Ada dua gunungan yang diarak, yakni gunungan lanang yang berupa kupat yang disusun menyerupai gunung dan gunungan wadon yang berisi hasil bumi,” terang Atmadi, Minggu (3/8/2014).
Selain dua gunungan tersebut, juga terdapat ibu-ibu yang membawa ambengan dalam arak-arakan tersebut. Masyarakat menyiapkan 1.000 ketupat untuk membuat gunungan lanang. Setelah diarak keliling kampung, gunungan tersebut di bawa ke halaman masjid Ibrahim yang terletak di tengah kampung Pandeyan untuk didoakan dan kemudian diperebutkan oleh warga.
“Semua ketupat tersebut dibuat sendiri oleh masyarakat Pandeyan, setiap kepala keluarga membuat 10 ketupat,” tambah Atmadi. Setelah acara kirab tersebut, seluruh warga Pandeyan kumpul untuk makan kupat secara bersama-sama. (Tribunjogja.com)