Lebaran 2014

Kaos The Bodho, Suvenir Jenaka dari Borobudur

Berbagai macam oleh-oleh, barang, dan kaos buatan warga Kabupaten Magelang diserbu pemudik saat lebaran tahun ini.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja.com, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - ‪ Berbagai macam oleh-oleh, barang, dan kaos buatan warga Kabupaten Magelang diserbu pemudik saat lebaran tahun ini. Begitu juga bagi pengelola kaos berbanderol The Bodho yang memanfaatkan momen lebaran ini untuk memasarkan kaos dengan desain menarik itu.

NYELENEH dan lucu adalah salah satu ungkapan yang bisa diberikan untuk kaos produk The Bodho yang dijual di Galeri Unik Seni Borobudur Indonesia (GUSBI) Borobudur. Misalnya saja, dari kaos ini, terdapat gambar keris yang merupakan senjata khas Jawa, namun bertuliskan AK-47, yang merupakan senjata canggih dan modern bangsa barat. Termasuk, ada gambar tokoh ilmuwan Albert Einstein lengkap dengan rumus fisikanya, namun nama yang tertera di kaos itu adalah Bang Jali.

Bagi warga yang mungkin tidak memahami maksud tersirat dari kaos ini mungkin akan memunculkan rasa jenaka, dan tanda tanya. Namun, dari kaos itu, kita tidak hanya melihat desain yang menarik, bahan kaos yang bagus, namun kaos itu menjadi penasehat agar seseorang dapat lebih bijak dalam berpikir.

Tim owner yang terdiri dari Umar Chusaeni, Vijhe Calvarera, Triyudho Purwoko sejak awal memang bermaksud membuat sebuah oleh-oleh ciri khas Borobudur. Oleh-oleh yang dibuat itu adalah sebuah kaos yang bagi mereka tidak melulu hanya dipakai sebagai penghias badan.

Salah satu owner kaos The Bodho, Vijhe mengatakan, selama ini kaos yang diperjual belikan di kawasan wisata hanya bercorak tempat wisata saja. Pihaknya kemudian menemukan ide untuk mendesain gambar kaos dengan berbagai pillihan. Seperti buah, hewan, tokoh dunia, otomotif, dan lainnya.

"Yang menarik, keterangan atau tulisan gambar tersebut kita buat berbeda dengan yang seharusnya. Hal itu bertujuan agar orang yang membaca bisa berpikir," ujar Vijhe.

Hal itu, menurutnya, sesuai dengan ide utama yang tertera pada kaos, yakni semakin pintar orang, semakin merasa banyak yang tidak diketahui. Semakin
bodho orang, semakin merasa mengetahui banyak hal.

Dia menyebutkan, kualitas kaos the bodho bisa dibandingkan dengan kaos wisata kebanyakan. Termasuk harganya yang bisa dibilang relatif terjangkau. "Kualitas kaos bagus, harga terjangkau, dan layak dipakai baik untuk wisatawan dalam negeri maupun mancanegara," terangnya.

“Seperti yang diketahui, candi Borobudur selama ini adalah salah satu tujuan wisata dunia dan menjadi magnet penarik wisatawan dari berbagai negara. Kami membuat kaos Bodho selain untuk menciptakan sesuatu yang unik dan lucu serta khas Borobudur, “ paparnya.

Menurut Umar Chusaeni, kaos yang baru saja dibuat itu juga merupakan wujud keprihatinan atas status Borobudur. Selama ini, ujar Umar, banyak kita temukan tulisan candi Borobudur tapi dengan kaos yang juga bertuliskan Yogyakarta.

“Padahal, sebenarnya candi Borobudur itu kan di Magelang," imbuhnya.

Dikatakannya, meski simpel, namun keberadaan kaos the bodho diharapkan dapat menarik perhatian dan menjadi sesuatu yang benar- benar cirri khas Borobudur serta tidak ada di tempat lain.Dia berharap, kedepannya wisatawan bisa benar-benar mengingat brand the Bhodo ini.

Selama libur Lebaran ini, kata dia, kaos the bodho bisa didapatkan di stand GUSBI kompleks wisata Candi Borobudur. Namun demikian, ke depan, tim owner akan mendirikan outlet sendiri di luar kawasan Borobudur sehingga memudahkan para pembeli untuk menjangkau dan membeli.

“Misi kami, kaos the bodho menjadi souvenir yang hanya ada dan bisa didapatkan di Borobudur. Jadi mereka menjadi serasa belum ke Borobudur kalau tidak beli kaos the bodho," papar Ketua Komunitas Seni Borobudur Indonesia (KSBI) ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved