Lebaran 2014

Kunjungan Wisatawan Asing Diprediksi Meningkat

Yogyakarta sebagai kota pariwisata terbesar kedua setelah Bali tampaknya akan terus menguat, terlebih lagi bagi wisatawan mancanegara

Penulis: tiq | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pristiqa Ayun Wirastami

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Magnet Yogyakarta sebagai kota pariwisata terbesar kedua setelah Bali tampaknya akan terus menguat, terlebih lagi bagi wisatawan mancanegara. Ini terlihat dari kepadatan yang terjadi di Yogyakarta setiap musim liburan tiba.

Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DIY, Edwin Ismedi Himna menuturkan bahwa puncak kunjungan wisatawan mancanegara terjadi sejak bulan Juli hingga akhir tahun 2014 mendatang. Edwin memprediksikan ada sekitar 20 ribu wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Yogyakarta.

"Sekitar 20 ribu wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Yogyakarta. Setelah Lebaran, kegiatan MICE juga akan dimulai lagi. Sekarang tinggal bagaimana keamanan pascaPilpres," kata Edwin, Rabu (30/7/2014).

Bulan September hingga Oktober diprediksikan akan menjadi waktu puncak kunjungan para wisatawan mancanegara ke Yogyakarta. Kenaikan kunjungan bisa mencapai 70 persen dari bulan lain. Dibandingkan dengan tahun lalu, jelas Edwin, angka kunjungan wisatawan mancanegara ini ada kenaikan pada tahun ini. Diprediksi kenaikan mencapai 50 persen dari tahun lalu.

Kunjungan wisatawan mancanegara masih didominasi dari negara-negara Eropa. Selain Eropa wisatawan Asia seperti Jepang, Malaysia, Singapura juga akan banyak berkunjung. Bahkan wisatawan asal Filipina pun sudah mulai memilih Indonesia sebagai tujuan wisata mereka.

"Sekarang yang terpenting masyarakat mempersiapkan tempat wisata yang baik dan nyaman sehingga benar-benar layak untuk dijadikan tempat destinasi," terangnya.

Edwin juga menuturkan, di Yogyakarta saat ini belum ada tempat wisata berkelas intenasional selain Candi Prambanan dan Candi Borobudur. "Maka dari itu supaya dapat menarik wisatawan harus ada kegiatan yang bisa dijadikan even budaya tahunan," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved