Lembaga Masjid Efektif Dalam Memberdayakan Ekonomi Masyarakat

Lembaga masjid sangat mendukung pelaksanaan pemberdayaan ekonomi masyarakat di lingkungan masjid yang bersangkutan, bila dikelola dengan baik.

Penulis: baskoro | Editor: baskoro

               YOGYA, TRIBUN - Lembaga masjid sangat mendukung pelaksanaan pemberdayaan ekonomi masyarakat di lingkungan masjid yang bersangkutan, bila dikelola dengan baik. Hubungan kemitraan yang dibangun masjid dengan baik, ditunjang dengan hubungan yang baik antar jemaah masjid, semakin membuat lembaga masjid tidak membutuhkan bantuan cuma-cuma dari luar, dalam rangka memberdayakan ekonomi masyarakatnya. Tetapi kemitraan yang dibangun lebih mengarah pada hubungan yang mutualisme.
                Hal tersebut terungkap melaui penelitian yang dilakukan Aziz Muslim, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Putra kelahiran Banyuwangi ini melakukan riset disertasi pemeberdayaan masyarakat lembaga masjid yang dilakukan oleh Masjid Jogokaryan,  Nurul Jannah dan Wahidiyah. Karya disertasi promovendus berjudul "Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Miskin Perkotaan Berbasis Tanggungjawab Sosial Masjid" dipresentasikan untuk meraih gelar Doktor pada Sekolah Pascasarjana UIN Surakarta, bertempat di kampus UNS Surakarta, Kamis (18/7/2014) kemarin.
                Di hadapan tim penguji antara lain: Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS., Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, MS., Prof. Dr. Totok Mardikanto, MS., Dr. Mahendra Wijaya, MS., Prof. Dr. Hermanu Joebagio, M. Pd., Dr. Drajad Tri Kartono, M. Si., Dr. Ir. Sugeng Edi Waluyo, MM., Dr. Phil Sahiron Syamsuddin, MA., KH. Abu Hapsin, Ph.D., lebih lanjut Azis Muslim memaparkan, pihaknya telah melakukan kajian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, metode pengumpulan data dengan wawancara (FGD), observasi dan dokumentasi, terhadap para pengurus, aktifis dan jemaah Masjid Jogokaryan, Nurul Jannah dan Wahidiyah.
               Dari analisis yang dilakukannya, promovendus berhasil mengungkap, kemitraan yang dibangun Masjid Jogokaryan,  Nurul Jannah dan Wahidiyah dengan lembaga lain menunjukkan bahwa semakin besar dan kuat jemaah masjid, maka bantuan dari luar semakin tidak dibutuhkan oleh masjid untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Proses pemeberdayaan ekonomi masyarakat miskin yang dilakukan oleh Masjid Jogokaryan,  Nurul Jannah dan Wahidiyah melalui 4 aspek, yaitu pemberdayaan spiritual jamaah, penyadaran kewirausahaan, capacity building dan pemberian daya," kata Aziz.
                Model pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin di Masjid Nurul Jannah  meliputi 11 variabel yaitu lembaga keuangan, kepemimpinan, sasaran pemberdayaan, kerjasama, mental wirausaha, capacity building, pemberian daya, penguatan karakter, penguatan ekonomi, penguatan ikatan emosional, dan keberdayaan ekonomi. Sedangkan di Masjid Wahidiyah meliputi 12 variabel: lembaga keuangan, kepemimpinan, sasaran pemberdayaan, spiritualitas, mental wirausaha, capacity building, pemberian daya, penguatan karakter, penguatan ekonomi, penguatan ikatan emosional, penguatan kelembagaan, dan keberdayaan ekonomi. Sementara model Masjid Jogokaryan meliputi 13 variabel : lembaga keuangan, kepemimpinan, sarana pemberdayaan, kerjasama, spiritualitas, mental wirausaha, capacity building, pemberian daya, penguatan karakter, penguatan ekonomi, penguatan ikatan emosiaonal, penguatan kelembagaan dan keberdayaan ekonomi. Masing-masing model di atas memiliki kelebihan dan kelemahannya. Karena itu diperlukan rumusan model pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin berbasis tanggungjawab sosial masjid yang lebih tepat.
                Selama ini, masih banyak kalangan yang meragukan kemampuan masjid dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mereka masih menganggap bahwa masjid hanya mampu mengurus masalah spiritualitas saja. Padahal, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masjid juga mampu mengurus masalah ekonomi (ma'isyah) jamaahnya. Oleh tim penguji, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat "Sangat Memuaskan". (bm)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved