Bupati Kulonprogo Dicegat Ratusan Warga Penolak Bandara Temon

dapun ini adalah kali kedua warga ‘nyegat’ Bupati saat safari subuh untuk menyampaikan aspirasinya

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kelompok warga penolak rencana pembangunan bandara di Temon, Wahana Tri Tunggal, akhirnya berhasil bertatap muka dengan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo. Hal itu terjadi saat agenda safari subuh Bupati di Masjid Sabilal Muttaqin, di Mlangsen Palihan Temon, Jumat (18/7/2014) pagi.

Adapun ini adalah kali kedua warga ‘nyegat’ Bupati saat safari subuh untuk menyampaikan aspirasinya. Ada sekitar 200 warga WTT yang turut dalam aksi tersebut. Humas WTT, Martono pun duduk berdampingan dengan Bupati Hasto di dalam masjid.
Sedangkan warga lainnya sebagian duduk-duduk di halaman masjid. Sementara dalam aksi sebelumnya, warga WTT tidak satupun yang masuk ke dalam masjid.

Martono mengatakan, inti pertemuan WTT dengan Bupati adalah utuk menyampaikan aspirasi warga. Satu di antaranya mengenai penolakan bandara dan keinginan warga agar kegiatan keagamaan Ramadan tidak digunakan untuk kpentingan sosialisasi rencana pembangunan bandara. Pasalnya, sebelumnya sempat ada acara buka bersama oleh Angkasa Pura di masjid di wilayah Temon. Pihaknya merasa keberatan dengan kegiatan tersebut.

“Intinya kami sampaikan bahwa WTT tetap menolak bandara di Temon dan juga jangan sampai kegiatan Ramadan jadi ajang sosialisasi. Kami minta tolong Bupati untuk menyampaikannya pada pihak lain, jagan pakai masjid untuk agenda selain ibadah,” kata Martono.

Namun, warga tidak merasa puas dengan pertemuan tersebut. Pasalnya, ada perjanjian yang disampaikan Asisten I Sekda bahwa Bupati dalam kesempatan itu hanya sebatas menampung aspirasi masyarakat saja dan tidak sampai memberikan statement kesimpulan maupu penyelesaian. Meski begitu, lanjut Martono, warga akan tetap mengajukan pertanyaan yang sama hingga ada jawaban dari Bupati.

Menurutnya, akan lebih baik jika kabar pembatalan rencana pembangunan badnara di Temon segera keluar. Pasalnya, kelompok-kelompok pro bandara kini sudah semakin melancarkan gerilya ke tengah masyarakat. Martono khawatir hal itu akan membuat konflik sosial masyarakat kian meruncing.

“Kami belum puas kalau belum dapat jawaban langsung dari Bupati. Semakin cepat bandara dibatalkan, itu akan lebih baik,” katanya.

Acara safari subuh tersebut berlangsung lancar dan aman seperti biasa. Dalam safari itu, Hasto sama sekali tidak menyinggung permasalahan terkait pembangunan bandara di Temon.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved