Hujan Bikin Petani Tembakau Merugi

Minimnya sinar matahari berdampak terhadap terganggunya proses pengeringan sehingga menyebabkan kualitas tembakau menurun

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Hujan yang mengguyur wilayah Gunungkidul selama dua hari terakhir berdampak buruk bagi petani tembakau di Desa Wareng, Wonosari. Minimnya sinar matahari berdampak terhadap terganggunya proses pengeringan sehingga menyebabkan kualitas tembakau menurun.

Salah seorang petani tembakau di Desa wareng, Sadi mengatakan, saat ini para petani sedang memasuki musim panen. Seharusnya, daun tembakau yang sudah dipetik dari pohon dijemur selama di bawah terik matahari selama dua hari. Namun saat ini kondisi cuaca tidak menentu karena hujan terus turun.

Akibatnya, daun tembakau yang sudah dipanen tidak dapat dikeringkan secara maksimal sehingga kwalitasnya menurun. Warna daun tembakau berubah menjadi cokelat kehitaman sehingga kurang diminati oleh pasar. Hal tersebut mempengaruhi harga jual tembakau sehingga sangat merugikan para petani.

“Kalau kondisinya bagus, harga tembakau bisa mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Tapi akibat hujan yang terus mengguyur selama dua hari terakhir, harganya anjlok menjadi Rp 8 ribu per kilogram,”katanya, Selasa(15/7/2014).

Untuk meminimalisir kerugian, kata Sadi, para petani untuk saat ini memilih menunda pemeritikan daun tembakau hingga tidak turun hujan lagi. Sebab, jika memaksakan panen, kualitas tembakau akan jelek sehingga harganya rendah. (Tribunjogja.com)

Tags
tembakau
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved