Tribun Properti

Inilah Cara Menghitung Rumus AC yang Tepat

BANYAK di antara kita sering mengabaikan luas ruangan dengan tingkat kebutuhan AC

Inilah Cara Menghitung Rumus AC yang Tepat
Tribun Jogja/ Rento Ari Nugroho
Seorang karyawan UFO Electronics sedang menunjukkan beberapa jenis AC rumahan yang ada di UFO Electronics di jalan Magelang 155 Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BANYAK di antara kita sering mengabaikan luas ruangan dengan tingkat kebutuhan AC. Rasa mengigil yang mengigit tidak perlu Anda rasakan lagi jika Anda dapat membeli dan memasang alat AC secara tepat.

Satu contohnya adalah apa yang dialami oleh dr Miftah S. Meski telah memasang AC di rumahnya, warga Yogya yang bekerja di Brebes ini sering merasakan AC di rumahnya kurang optimal bekerja. Apa yang salah sebenarnya? "Ternyata rumah saya banyak jendelanya. Gorden saja sering terbuka, akibatnya sinar matahari banyak masuk dan ruangan nggak terlalu dingin," katanya ketika ditemui, belum lama ini.

Untuk mengatasinya, dr Miftah pun melakukan perombakan kecil. Untuk menyerap sinar matahari agar tidak langsung masuk ke rumah, ia pun memasang kaca film di kaca jendela rumahnya. Setelah itu, ia pun merasakan AC bekerja cukup optimal.

Apa yang dialami oleh dr Miftah tentu juga dialami oleh para pemilik rumah yang memasang AC lain. Selain sinar matahari, ada beberapa hal yang membuat AC bekerja kurang optimal. Tidak hanya itu, ada beberapa miskonsepsi mengenai AC.

Selama ini, pemikiran yang seringkali terlintas adalah dengan ruangan kecil, maka yang dibutuhkan cukup hanya 1/2 PK. Atau sebaliknya, karena ruangannya besar, kita siapkan 2 PK.
Nyatanya, tidak demikian. Kita juga berpikir sudah lebih berhemat membeli satu AC ketimbang dua buah AC. Jangan sampai AC yang Anda beli terlalu besar alias pemborosan atau terlalu kecil alias kurang dingin.
Sebetulnya, ada rumus sederhana yang bisa dimanfaatkan dalam mencermati kebutuhan AC, dimana kebutunan AC dapat diperoleh rumus = (L x W x H x I x E)/60. L = Panjang Ruang (dalam feet), W = Lebar Ruang (dalam feet), I = Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain). Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas), I = Tinggi Ruang (dalam feet) dan E = Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur; Nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.
Adapun contoh hitungannya adalah, ruangan berukuran 5 x 3m atau (16 kaki x 10 kaki), tidak berinsulasi, dinding menghadap ke barat. Kebutuhan BTU = (16X10X18X10X20)/60 = 9600 BTU.

Ruang berukuran 3mx 3m atau (10 kakix 10 kaki), vertilasi minim, berinsulasi, dinding menghadap utara. Kebutuhan BTU= (10X10X10X10X16)/60 = 2.6666,6 BTU
Menurut Tri Harso Karyono, arsitek yang juga peneliti di Balai Besar Teknologi Energi BPPT, satuan PK merupakan istilah yang umum dipakai di toko atau bengkel. Namun, konsultan biasanya menggunakan angka BTU. Menurut dia, AC 1 PK mengeluarkan energi dingin sebesar 9000 10.000 BTU, sedangkan ruangan butuh sekitar 12.000 BTU/jam.

Berikut ini adalah tips dalam memilih AC yang hemat listrik :

1. Pilih AC hemat energi. Sesuaikan dengan kebutuhan daya AC dengan daya listrik rumah. Sesuaikan juga daya AC dengan ukuran ruangan.
2. Matikan AC bila tidak diperlukan.
3. Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
4. Menutup pintu, jendela dan ventilasi ruangan agar udara panas tidak masuk.
5. Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung agar efek pendingin tidak berkurang. (toa/kompas.com)

Penulis: toa
Editor: tea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved