Pengawas Serukan Guru SMK Sesuaikan Diri dengan Materi Pelajaran

Pengawas SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta menyerukan agar guru SMK menyesuaikan diri terhadap materi pelajaran Kurikulum 2013.

Penulis: nbi | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Niti Bayu Indrakrista

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengawas SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta menyerukan agar guru SMK menyesuaikan diri terhadap materi pelajaran Kurikulum 2013. Meski cukup menyesalkan adanya disamakannya materi dalam buku pelajaran SMK dengan SMA untuk beberapa mata pelajaran (mapel), namun pengawas menilai sekolah tidak bisa hanya menyalahkan keadaan.

Hal itu disampaikan Pengawas SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta, Sutrisno saat ditemui Tribun di kantor Disdik Kota Yogyakarta, Selasa (8/7/2014) siang. "Keluhan mengenai materi pelajaran itu cukup tepat, materi pelajaran SMK seharusnya sifatnya lebih terapan," kata dia.

Sutrisno mengatakan, dari segi struktur kurikulum saja, kedua sekolah tersebut sudah bertolak belakang. Untuk SMA, kurikulumnya berbasis meluas. Sementara SMK basisnya lebih praktis.

Meskipun demikian, menurut Sutrisno, sekolah tidak bisa berhenti pada menyalahkan pemerintah pusat sebagai pihak yang menetapkan keputusan tersebut. Bagiamanapun kegiatan pembelajaran harus terus berjalan, dan siswa SMK juga harus punya kompetensi yang lebih baik demi mengikuti standar yang baru.

Karena itu Sutrisno menyampaikan, guru dapat berkrerasi untuk tetap memberikan materi pelajaran yang diperlukan para siswa. Materi terapan, kata dia, bisa diberikan melalui contoh-contoh yang memang diperlukan untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Di sisi lain, guru SMK juga harus mau belajar lebih jauh agar tidak tertinggal oleh perubahan dalam materi yang ia ajarkan sendiri nantinya. "Mungkin selama ini materi SMK dirasa mudah, jadi sekarang guru juga perlu belajar," kata Sutrisno.

Ditemui secara terpisah, Kepala SMKN 5 Yogyakarta Suyono mengatakan, dirinya memandang langkah tersebut justru membuka peluang bagi lulusan SMK untuk dapat bersaing di segala medan dengan lulusan SMA. Jika dikelola secara tepat, nantinya lulusan SMK malah memiliki kompetensi yang lebih lengkap.

Pasalnya, selama ini keunggulan siswa SMK dibanding SMA terletak pada kemampuan terapan atau praktek kerja. Sementara pada bidang keilmuan, masih di bawah SMA. "Dengan begini, siswa SMK bisa sejajar ilmunya dengan SMA, tapi dilengkapi keunggulan di bidang praktek kerja," kata Suyono. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved