Opera Ular Putih, Mengangkat Kembali Legenda Asli China

Opera ini bercerita tentang siluman Ular Putih yang ingin menjadi manusia, maka ia bertapa selama 1000 tahun

Tayang:
Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika P

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PERTUNJUKAN teater berjudul "Opera Ular Putih" digelar di Auditorium Teater ISI Yogyakarta, (26-27/6) kemarin. Pementasan yang digelar oleh HMJ Teater ISI Yogyakarta ini adalah bagian dari tugas akhir penyutradaraan mahasiswa Jurusan Teater. Adalah Chandra Nilasari yang mengangkat kembali Opera Ular Putih Karya N. Riantiarno yang sebelumnya pernah dipentaskan oleh Teater Koma beberapa tahun yang lalu.

Opera ini bercerita tentang siluman Ular Putih yang ingin menjadi manusia, maka ia bertapa selama 1000 tahun. Dewa-dewa pun mengabulkan keinginannya, sebab Ular Putih memiliki kebaikan dalam dirinya. Ia ditemani Ular Hitam yang baru bertapa 500 tahun, dengan sifat yang berlawanan dengan Ular Putih.

Kedua ular ini kemudian menjelma menjadi wanita cantik jelita, dan menamakan diri mereka Tinio (Ular Putih), yang diperankan oleh Eka Nusa Pertiwi, dan Siocing (Ular Hitam) yang diperankan oleh Dexa Hachika. Cerita pun berlanjut setelah mereka bertemu pemuda bernama Kohanbun (diperankan leh Firman) di sebuah danau. Kemudian teringatlah Tinio akan seseorang pada pertapaannya yang ke-900 tahun yang telah menyelamatkan hidupnya saat ditangkap oleh seorang pawang ular. Tinio bertekad untuk menjadi istri Kohanbun.

Tidak beberapa lama Hanbun bertemu dengan Gowi (diperankan oleh Wahyu), seorang peramal yang memberitahunya bahwa istri Hanbun adalah seekor siluman ular. Pada awalnya Hanbun tidak percaya sampai dia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat di kamarnya berbaring seekor ular putih yang besar. Hanbun seketika pingsan lalu jantungnya berhenti berdetak. Tinio dan Siocing panik dan langsung pergi ke Gunung Suci untuk mencuri Rumput Sakti guna menghidupkan kembali suaminya tercinta.

Tinio pun berhasil membawa pulang Rumput Sakti meskipun sempat dihadang oleh Dewi Bangau (diperankan oleh Iin Suminar) dan para penjaga Gunung Suci. Tetapi berkat Wufu (diperankan oleh Dafi Yunan), Sang Dewa Selatan yang bijaksana, mereka diloloskan begitu saja. Kohanbun pun sembuh dan senang apalagi mengetahui istrinya sedang mengandung anaknya.

Pada pertempuran pertama Bahai (diperankan oleh Qurtubi Rush) Sang Pembasmi Siluman mengampuni Tinio karena sedang hamil anak manusia, dan membiarkannya untuk melahirkan dahulu. Sesudah bayinya lahir, Tinio langsung ditangkap oleh Bahai lalu memenjarakannya di Menara Pagoda. Siocing melarikan diri, lalu bertapa untuk dapat di kemudian hari kekuatannya bertambah agar dapat menyelamatkan Tinio. Hingga kini, konon Siocing masih tetap bertapa, dan pagoda itu masih tetap berdiri kokoh.

Pada pertunjukan ini, sutradara mempunyai pandangan lain bahwasannya manusia biasa atau bahkan siluman Ular Putih yang dianggap jahat sebenarnya telah mencapai kesempurnaan menjadi manusia, dan Dewi Welas Asih pun melihatnya sebagai kesempatan yang patut dimiliki oleh tiap makhluk hidup di dunia.

Oleh karena itu pada bagian akhir cerita ini, tokoh Dalang hadir memecah suasana. Sutradara mencoba mengangkat naskah ini karena legenda tua asli China ini telah mengalami banyak interpretasi bagi masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. N. Riantiarno telah menanggapi cerita ini dengan sudut pandangnya sendiri. Legenda ini tidak mengalami banyak perubahan dimana-mana, tetap dengan inti cerita tentang seekor siluman yang ingin menjadi manusia, dan menjalani kehidupan sebagai manusia biasa.

Kisah percintaan ini menjadi menarik karena mengangkat tragedi yang bercampur dengan komedi, dan menjadi warna dalam keseluruhan cerita. Oleh karena itu, sutradara mengaku sangat tertarik dengan cerita ini, dan merancang pengolahan adegan demi adegan agar tercapai keindahan dalam pertunjukan yang dipentaskan. (Tribunjogja.com)

Tags
Teater
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved