PSS Sleman

Ini Cerita Asal Usul Nama Herman Batak

Jika dilihat dari garis ayah atau ibu, pemain asli Medan itu tak mempunyai darah Batak

Tayang:
Penulis: ptt | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Puthut Ami Luhur

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - NAMA asli pemberian orangtuanya hanya Herman saja. Tapi seiring waktu saat penjaga gawang PSS Sleman itu beranjak remaja, ia mendapat julukan Batak.

Jika dilihat dari garis ayah atau ibu, pemain asli Medan itu tak mempunyai darah Batak. Kedua orangtuanya berdarah Melayu yang telah mukim di ibukota Provinsi Sumut, sejak dari nenek moyangnya.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu mendapat julukan Batak saat mulai remaja. Julukan itu kini menempel kuat di belakang namanya, sehingga akrab disapa Herman Batak.

Menurut Herman, julukan itu didapat dari orang-orang sekitarnya yang melihat penampilan fisiknya berbeda dengan kedua kakaknya. Kakak-kakaknya berkulit agak gelap dengan rambut keriting, sedangkan dia berkulit kuning dan berambut lurus.

"Orang-orang meledek saya bukan anak kandung orang tua saya, melainkan ditemukan dari tempat sampah sehingga beda dengan saudara yang lain. Mereka menganggap saya lebih mirip orang Batak dibanding orang Melayu," tutur Herman sembari terkekeh, beberapa hari lalu.

Sejak itulah ia akrab disapa Batak, sampai semua orang lebih mengenalnya dengan sapaan itu. Nama Herman yang diberikan orang tua kalah terkenal dengan sapaan Batak.

"Dulu waktu masih sama orang tua di kampung, jika ada yang cari saya dengan nama Herman orang tak ada yang tahu. Tapi jika menyebut Batak, semua orang tahu," tambahnya tertawa.

Menurutnya, apa yang disampaikan Saktiawan Sinaga mengenai asal muasal nama panggilannya, tak benar. Sakti menyebut, nama Batak disematkan ke Herman karena yang bersangkutan jarang mandi.

Memang diakuinya, ia jarang mandi seperti yang disampaikan Saktiawan. Tapi sebutan Batak yang disematkan kepadanya, bukan dari kebiasaan buruknya itu.

"Biasa si Sakti, meledek saya. Saya dan dia suka saling ledek karena sudah kenal lama sehingga terbiasa. Selama bermain bersama, saya dan dia sudah mengenal karakter masing-masing," paparnya.

Keduanya saling mengenal sejak masih bersama-sama belajar di sekolah sepak bola (SSB) Generasi Medan. Tapi Batak lebih dulu masuk menjadi penggawa PSMS Medan Junior dibanding Sakti. Kini keduanya dipertemukan lagi, bermain bersama PSS. (Tribunjogja.com)

Tags
PSS Sleman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved