Ramadan 1435 H

Makaroni Panggang Cocok untuk Takjil Berbuka Puasa

BERAWAL dari kegemarannya memasak. Ninuk coba menjajal usaha di bidang kuliner.

Penulis: rap | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika Pradana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BERAWAL dari kegemarannya memasak. Ninuk coba menjajal usaha di bidang kuliner. Menu yang dipilihnya adalah Makaroni Panggang, alasannya sederhana, menu tersebut adalah menu favoritnya dan keluarga.

Awalnya, Ninuk pernah dibelikan makaroni panggang oleh temannya, setelah dicoba dan ketagihan, ia mulai mencoba untuk membuat menu tersebut. Pertama kali membuatnya sekitar dua tahun lalu, Perempuan bernama lengkap Ninuk Suratinah ini mendapatkan resep dari acara live cooking di stasiun televisi Asian Food Channel. Dengan teliti, ia mencatat satu persatu resep menu itu sambil melihat prosesnya secara detail.

"Langsung aku praktekan, beli bahan-bahannya dan coba sendiri, akhirnya jadi," ujar Ninuk kepada Tribun Jogja beberapa waktu lalu.

Menu makaroni panggang buatannya pun kemudian ia tawarkan ke teman-temannya. Dan ternyata banyak yang suka, bahkan setiap kali pergi rekreasi ia selalu membuat makaroni itu sebagai bekal, atau menjadi menu yang dibuat saat Natal, sebagai suguhan untuk tamu dan keluarga.

Lewat bisnis rumahannya ini, setiap hari Ninuk bisa memasak 20-30 cup untuk pesanan dari pelanggannya. "Awalnya hanya iseng, tapi ternyata dari hobi bisa menghasilkan uang," tuturnya.

Makaroni yang dibuatnya mengadaptasi gaya Italian Food. Dimana makaroni sebetulnya masuk dalam jenis pasta, sama seperti spaghetti atau olahan makanan lainnya dari makaroni. Menurutnya, makaroni panggang ini terbuat dari bahan-bahan pilihan, bahan-bahannya seperti tepung terigu, telur, makaroni, dan smoked beef atau daging asap. “Ada lagi yang membuat lezat, karena ditambah dengan keju mozarella di dalamnya dan taburan di atasnya,” ujarnya.

Makaroni panggang ini memang cocok menjadi camilan ringan, atau untuk sarapan. Selain itu, juga bisa menjadi menu takjil berbuka puasa. Ia menjual makaroni panggang ini dalam tiga varian ukuran mini dengan harga Rp10 ribu, ukuran sedang Rp 15 ribu dan ukuran besar Rp 20 ribu. Untuk pemasarannya, Ninuk cukup menggunakan sarana media sosial mulai dari BlackBerry Messenger, Whats App, Twitter, Facebook dan Path. Ia hanya memposting menu-menu di medsos, dan banyak mendapat pesanan. “Dalam tiga hari saja bisa laku 50 cup makaroni, padahal aku enggak buka warung, hanya jualan lewat medsos aja,” ujarnya.

Makaroni panggang ini bisa dipesan melalui twitter @teamanies atau langsung memesan di 08112506275 atau 02747847900. Ia berharap kedepannya bisa meningkatkan pemasaran dengan menitipkan menu-menu itu café, resto maupun hotel," ujarnya. (rap)

Tags
Ramadan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved