Ini Tips Agar Suara Knalpot Variasi Tetap Merdu

Penyebab glasswool menipis, di antaranya, hilang bersama aliran sisa gas bakar yang bertekanan

Tayang:
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SETELAH tiga bulan lebih dipakai, suara knalpot variasi, atau yang biasa disebut knalpot racing, suaranya mulai sember. Bunyinya tidak sehalus ketika pertama dipasang. Baik putaran mesin rendah ataupun pas digeber tetap cempreng.

Saat ditelusuri tenyata material peredam suara di dalam silencer mulai menipis. Sehingga, kemampuan peredam berbahan glasswool yang melingkari pipa sarangan tidak maksimal mengatur decibel suara. Pantas saja kalau suaranya berubah.

Penyebab glasswool menipis, di antaranya, hilang bersama aliran sisa gas bakar yang bertekanan. Seperti kita ketahui, motor pakai knalpot racing umumnya sudah dimodifikasi dan menghasilkan kompresi lebih tinggi.

Selain terdorong aliran gas buang, material glasswool yang tidak tahan panas pun ikut terbakar saat terjadi ledakan di ruang bakar. Karena itu jangan heran kalau glasswool yang bentuknya mirip kapas dan umumnya berwarna kuning dan putih menjadi cepat habis.

Agar suara knalpot racing kembali merdu dan tidak fals, disarankan semua knalpot produk aftermarket sering diservis minimal 3 sampai 6 bulan sekali. Sehingga, bukan hanya suaranya enak didengar, performa mesin kembali sempurna karena turbulensinya kembali seperti semula.

Kalau pemilik motor inin knalpot tahan lama dan umurnya panjang, sebaiknya glasswool diganti serat fiber. Selain lebih padat karena berserabut panjang-panjang, material fiber lebih tahan panas. Akibatnya, material tersebut tidak akan terpengaruh kondisi ruang bakar apalagi tekanan kompresi.

Serat fiber memang sedikit lebih mahal. Tapi, kalau dihitung nilai ekonomisnya, masih pantas karena jangka waktu penggantian dan masa pakai jauh lebih lama dibanding glasswool biasa. Tapi, kalau mau lebih bagus lagi gunakan glasswool yang memang peruntukannya untuk knalpot. Walau lebih mahal tetapi lebih kuat. (Tribunjogja.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved