Gerbang Megah Itu Bernama Incheon

Meledaknya "Korean Pop" di Indonesia turut mendorong minat turis Indonesia melancong ke negeri ginseng ini

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ikrob Didik Irawan

Secara keseluruhan (dilihat dari udara) desain komplek bandara ini terinspirasi bentuk burung Phoenix sebagai titik tolak pembuatan desainnya. Phoenix dianggap sebagai lambang otoritas, umur panjang, kekuatan dan keseimbangan.

Bandara Incheon dibangun pulau, gabungan pulau Yeongjong-Yongyu, yang kemudian disatukan melalui reklamasi. Dua jembatan panjang, Incheon Brigde, melintasi laut sebagai penghubung ke daratan Korsel. Tersedia pula layanan kapal feri.

Kemegahan dan wahnya fasilitas Incheon pun tak urung mengundang decak kagum GM Garuda BO Yogyakarta, Muhammad Anshori, dan sejumlah pelaku usaha mitra Garuda ketika menginjakkan kaki di bandara ini.

Meski sepintas kelihatan sepi karena jarang sekali melihat pegawai bandara, semua sudut dan area bandara terasa lapang, bersih, terawat, dan alat navigasi antar-ruangan sangat mudah dipahami.

Cahaya matahari dimaksimalkan dengan dinding ruangan metal silver yang tinggi dan serbakaca. Dalam skala lebih kecil, Bandara Internasional Hasanuddin, Gowa, Sulsel, Kualanamu di Sumut, dan terminal baru Bandara Internasional Ngurah Rai yang sedang dibangun, juga mengadopsi desain bangunan yang memanfaatkan cahaya alam untuk meminimalisir penggunaan lampu dan listrik.

Penerbangan nonstop tujuh jam dari Bali atau Jakarta pun menjadi tidak terasa melelahkan setiba di Incheon, begitu melihat wahnya jendela utama Semenanjung Korea ini. Garuda Indonesia menggunakan jadwal penerbangan malam hari (red eye flight), baik dari Bali maupun Jakarta.

Berangkat sekitar pukul 23.00 (SHIA) dan 00.15 (Ngurah Rai), pesawat tiba di Incheon lebih kurang pukul 08.30. Waktu di Seoul lebih cepat dua jam dari Jawa-Bali, atau sama dengan perbedaan waktu antara Jawa dan Papua.

Bagi pendatang yang masuk Korsel sendirian maupun keluarga, transportasi dari dan menuju pusat kota Seoul, bisa menggunakan taksi, bus reguler yang terhubung ke terminal pusat kota maupun ke Gimpo, atau naik kereta yang langsung menuju Stasiun Sentral Seoul.

Sangat mudah menemukan titik-titik moda transportasi ini, termasuk bagi mereka yang baru pertama kali datang di Incheon. Papan informasi dan petunjuk ditulis minimal menggunakan aksara hangeul (Korea) dan latin (Inggris).

Bagi grup yang difasilitasi agen, tentu tinggal datang, duduk manis di bus, selanjutnya berkeliling menikmati pesona negeri ginseng modern, yang dibangun atas kerja keras para chaebol ini. (Tribunjogja.com)

Halaman 2/2
Tags
Korea
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved