Kepodang Si Kuning Penghias Rumah

Kepodang (Passeriformes) umumnya dipelihara oleh mereka yang mengedepankan penampilan

Tayang:

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berpostur lumayan besar dan berwarna dominan kuning cerah, burung lokal ini masih menjadi salah satu pilihan burung peliharaan bagi mereka yang suka dengan keindahan warna. Yah, Kepodang (Passeriformes) umumnya dipelihara oleh mereka yang mengedepankan penampilan. Burung ini kerap dipelihara untuk mengejar fashion atau sebagai hiasan rumah.

Kepodang tergolong burung pesolek, lantaran saat tampil terlihat bersih dan menawan berkat keindahan warna kuning cerahnya yang khas. Selain itu, burung ini juga dikenal ramah karena tingkah polahnya yang lucu.

Di habitat aslinya, Kepodang memakan buah-buahan misalnya pepaya, pisang, jambu dan mangga. Burung ini juga doyan serangga kecil seperti ulat dan jangkrik. Dulu populasi burung ini banyak ditemukan di daerah hutan perbukitan dan lereng pegunungan seputar Yogyakarta.

"Sekarang agak susah cari Kepodang asal sekitar sini, kebanyakan dari luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan. Rata-rata orang pelihara Kepodang untuk pajangan. Sebenarnya selain warnanya yang bagus, burung ini juga memiliki suara khas, bunyinya 'pitowolu pitowolu'," ujar Setiaji Prakoso salah satu penghobi burung Kepodang, Kamis (5/6/2014).

Menurut Setiaji, ada juga peminat yang ekstrim, mereka ini membeli burung Kepodang untuk keperluan ritual. Mereka percaya dengan memakan daging burung Kepodang saat istrinya hamil tujuh bulan, atau dalam budaya jawa disebut masuk masa mitoni, berharap sang anak berkulit kuning bersih.

"Saya juga heran, tapi memang seperti itu kepercayaan mereka. Beberapa datang ke saya membeli untuk keperluan mitoni," kata Setiaji.

Beberapa karya sastra Jawa menggunakan burung Kepodang sebagai sebuah ungkapan, baik sebagai peribahasa, lagu, maupun puisi. Bagi masyarakat Jawa, Kepodang memiliki makna burung berwarna kuning atau keindahan.

Habitat Kepodang tersebar di kepulauan Indonesia meliputi Jawa, Bali Sumatera, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Kalimantan. Burung ini hidup di hutan-hutan terutama di daerah tropis dan lazimnya hidup berpasangan . Di pulau Jawa dan Bali burung kepodang sering disebut dengan Kepodang Emas.

"Kalau daerah Wonogiri, Pacitan, Ponorogo dulu memang masih banyak, di sekitar sini daerah Wonosari Gunungkidul. Kalau masih baru tangkapan hutan itu warnanya pasti lebih cerah, kuningnya mengkilap. kalau sudah di sangkar, dipelihara, lama-lama warna kuningnya pudar, mungkin karena makanannya sudah beda jadi pengaruh ke bulu," terang Totok, salah satu kicau mania asal Yogya, yang pernah berburu burung pekicau di alam liar.

Secara tampilan, Kepodang memiliki panjang mulai ujung ekor hingga paruh berkisar 25-30 cm. Warna bulu hitam terdapat di ujung sayap dan seputar mata dan ujung ekor. Sementara itu bulu berwarna kuning hampir dominan menutupi seluruh tubuh. (Tribunjogja.com)

Tags
burung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved