Penyerangan di Rumah Julius Felicianus

Jemaat Masih Trauma dengan Aksi Pengrusakan di Ngaglik

Warga Perum STIE YKPN, Dusun Tanjungsari, Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, mengaku masih trauma dengan terjadinya aksi penyerangan

Jemaat Masih Trauma dengan Aksi Pengrusakan di Ngaglik
Facebook Julius Felicianus
Julius Felicianus Korban aksi penyerangan sekelompok pria berjubah di rumahnya sendiri Kamis malam, mendapatkan kunjungan dari Calon Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Selasa (2/6/2014)

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Warga Perum STIE YKPN, Dusun Tanjungsari, Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, mengaku masih trauma dengan terjadinya aksi penyerangan dan perusakan di rumah Julius Felicianus (54) warga setempat, Kamis (29/5) malam. Pasalnya, insiden tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa disadari warga.

“Sekonyong-konyong langsung terjadi. Beberapa warga yang ada di rumah kaget dengan aksi itu. Kalau mengingat kejadiannya, saya masih merasa takut,” papar salah satu warga yang enggan disebut namannya itu saat ditemui Tribun Jogja, Selasa (3/6).

Pria 31 tahun itu menceritakan pada saat kejadian kondisi kompleks perumahan sedang sepi lantaran mayoritas warga pergi melayat ke luar kota. Saat sedang bersantai di dalam rumah, ia dikejutkan dengan keributan yang terjadi. Awalnya ia mengira keributan terjadi di kalangan jemaat yang saat itu sedang mengadakan ibadah.

Namun saat ditengok, beberapa orang sedang melempari rumah milik Julius yang berada tidak jauh dari rumahnya itu. Lantaran takut, ia segera masuk dan mengunci pintu rumah. “Saya takut sekali melihat massa yang dengan beringas melempari rumah. Saya tidak tahu apa motifnya, yang jelas bagi yang melihatnya tentu akan menghindar,” ujarnya.

Menurutnya, meski kompleks perumahan tempatnya tinggal sudah dijaga oleh aparat dari kepolisian dan TNI, namun kecemasan warga tidak hilang begitu saja. Ia kerap khawatir aksi serupa akan kembali terjadi.

“Beberapa hari kemarin, massa kembali lagi meski hanya untuk mengambil burung. Tapi melihat banyak orang, banyak warga yang kaget dan takut, termasuk saya,” ungkapnya.

Ia berharap, pihak yang berwajib segera menyelesaikan kasus tersebut agar tidak berlarut-larut. Pasalnya, kejadian tersebut sangat membuat resah bagi warga.(ang)

Penulis: ang
Editor: tea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved