Putra Kreasikan Motor Kamen Raider

Alih-alih menggambar kartun, ia lebih suka menerjemakannya dalam ilustrasi konstruksi mekanik

Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika Pradana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SEPERTI hampir semua anak-anak era 90-an yang diracuni oleh film animasi Jepang, Putra Agung kemudian terpengaruh untuk menuangkan fantasinya akan tokoh kartun dalam bahasa gambar. Alih-alih menggambar kartun, ia lebih suka menerjemakannya dalam ilustrasi konstruksi mekanik.

Virus Kamen Rider yang menjadi idola anak-anak saat itu membayangi setiap goresannya. Ada kesan yang berbeda baik bentuk, mesin, suara, dan semua fantasi yang dituangkan memiliki ruang dan waktu yang tak terbatas .

Bertahun-tahun Putra mencoba mewujudkan fantasi masa kecilnya dalam karya motor sesungguhnya. Setelah perkenalan pertamanya dengan suara khas motor British, pria yang juga salah satu pendiri Thrive motorcycle Jakarta ini ingin menemukan harmoni deru suara motor buatan Inggris dalam motor bermesin Jepang.

“Keindahan desain bersatu dengan kedalaman suara akan membentuk kesempurnaan sepeda motor yang sebenarnya” ungkap Putra.

Ia menjelaskan bahwa pekerjaan ini diawali dengan sketsa teknik. Putra kemudian mencoba menggambar, berulang kali tak jarang rasa putus asa menyergap, namun hal kendala itu harus terus dilewati. Kali ini tanpa referensi atau pengaruh dari mana saja, ia mencoba berpikir lebih jelas dan menyelami segala imajinasi dan fantasinya.

Meski begitu, gaya berkendara Kamen Rider selalu saja muncul dalam goresannya, rupanya alam bawah sadar fantasi masa kecil begitu lekat dan tidak dapat dipisahkan dari dirinya.

Selang beberapa lama, dengan mengusung mesin Yamaha Scorpio 225cc, Putra memutuskan untuk mengimplementasikan desain, dan campur aduk kisah fantasinya ke dalam motor kustom. Awalnya banyak yang menertawakan wujud dan kekakuan motor ini, tapi tidak sedikit juga yang memberikan pujian. Berbagai hal tersebut disikapinya dengan dewasa.

“Saya berpendapat sebuah rancangan dan desain selalu menyebabkan diskusi dan omongan, tapi yang terpenting adalah keberhasilan membangun persepsi imajiner dalam karya kustom yang saya bangun sendiri “ ujar Putra.

Tidak hanya sekedar puas menerjemahkan fantasi Kamen Rider, Pria yang juga menjadi satu di antara punggawa Thrive motorcycle ini menyempatkan untuk menguji ketangguhan motornya melintasi jalanan di enam kota, dengan jarak tak kurang dari 600 kilometer. Hal ini dilakukan hanya untuk mengetahui performa karyanya.

Berbagai jenis trek dilalui, termasuk lintasan yang tak lazim dilewati oleh motor apalagi dengan konsep tunggangan bergaya Café Racer. Keraguan sempat muncul di benaknya, sebab hampir sembilan puluh persen proses pengerjaan dilakukan dengan pola kerja “handmade” meliputi pembuatan rangka swing-arm dan tangki.

Alhasil kekhawatiran tentang hal hal buruk tidak terjadi, perasaan cemas perlahan-lahan digantikan oleh rasa puas, terbersit senyum kebanggaan, mengendarai motor kustom karya sendiri. (Tribunjogja.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved