Hama Tikus Serang Tanaman Palawija Petani Gunungkidul
Tikus memakan kacang tanah yang sudah siap untuk dipanen sehingga menyebabkan pohonnya mati
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Belasan hektare lahan pertanian yang ditanami palawija mulai dari kacang tanah, jagung dan ketela pohon milik warga di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Tepus diserang hama tikus. Akibatnya, para petani terancam gagal panen karena serangan semakin mengganas jelang masa panen.
Salah satu petani di Dusun Duwet, Sanikem(60) mengaku dalam beberapa pekan terakhir serangan hama tikus semakin mengganas. Tikus memakan kacang tanah yang sudah siap untuk dipanen sehingga menyebabkan pohonnya mati.
“Tikusnya menyerang pada malam hari. Jumlahnya banyak sehingga sebagian besar tanaman kacang tanah yang sebentar lagi siap dipanen banyak yang mati,” katanya saat ditemui di ladangnya, Sabtu(10/5/2014).
Petani yang menggarap lahan di pinggir pantai Nglambor ini mengaku, para petani di wilayahnya kesulitan untuk membasmi hama tikus yang menyerang tanaman kacang. Selain serangan dilakukan pada malam hari, warga juga tidak memiliki alat atau racun yang dapat digunakan untuk membasminya.
Saat ini yang bisa dilakukan oleh petani adalah dengan memanen dini meski usianya belum maksimal. Jika tetap dipertahankan, panen kacang, jagung dan ketela akan berkurang cukup banyak sehingga malah menambah kerugian para petani.
“Tahun ini serangannya cukup banyak. Panen kacang tahun ini pasti berkurang banyak, biasanya bisa mendapatkan 9 karung, tapi kalau sekarang paling banyak hanya 6 karung saja,” ucapnya sambil menunjukkan batang pohon kacang yang mati diserang tikus.
Sanikem berharap, pemerintah segera turun tangan untuk membantu para petani dalam membasmi hama tikus. Sebab, jika tidak segera dibasmi, serangan bisa meluas hingga ke daerah lain.
”Saya memang belum lapor kepada pemerintah desa. Saya juga tidak bisa berbuat banyak,” akunya.(Tribunjogja.com)